Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 18 Jul 2022 06:11 WIB

TRAVEL NEWS

Ibu Hamil Suku Kamoro Pantang Makan Cumi-cumi, Kenapa Ya?

Hari Suroto
detikTravel
Resep Cumi Ungkep Bumbu Bawang dan Asam
Foto: Ilustrasi Cumi-cumi (iStock)
Jakarta -

Kuliner cumi-cumi banyak digemari traveler. Namun tidak bagi ibu-ibu hamil Suku Kamoro. Mereka dilarang makan cumi-cumi. Kenapa ya?

Cumi-cumi (Loligo sp) disebut juga sotong dan gurita (Octopus sp) merupakan jenis moluska yang hidup di laut. Makhluk laut ini kerap menjadi tangkapan nelayan. Cumi-cumi dan gurita disajikan dalam berbagai hidangan masyarakat yang tinggal di pesisir.

Dalam beberapa tradisi masyarakat pesisir di Indonesia timur, ternyata sotong dan gurita tabu dikonsumsi oleh ibu hamil. Tabu ini merupakan bagian dari kepercayaan yang diwariskan secara turun temurun.

Kearifan lokal ini sebenarnya bertujuan agar masyarakat terhindar dari hal-hal yang buruk berkaitan dengan kesehatan. Walaupun sebenarnya hal tersebut belum terbukti secara ilmiah.

Tradisi masyarakat pesisir Nusa Tenggara Barat, ibu hamil tidak boleh makan sotong dan gurita. Sotong dan gurita dikhawatirkan akan menyebabkan janin terbelit ari-ari.

Sotong dan gurita dianggap mengakibatkan penyakit gatal pada ibu dan bayi yang dikandung, karena sotong dan gurita memiliki kaki yang lengket serta mencengkeram.

Suku Kamoro yang menghuni pesisir selatan Papua percaya bahwa cumi-cumi dan gurita akan mengakibatkan keburukan bagi ibu hamil yang memakannya.

Cumi-cumi dan gurita akan menyebabkan darah menjadi bau, perut ibu menjadi sakit, bayi menjadi cacat dan ketika tumbuh dewasa akan berjalan mundur, kulit anak yang dilahirkan menjadi biru atau hitam, anak akan mirip seperti gurita, janin ketika lahir akan terbelit dengan ari-ari, ibu dan anak akan terkena penyakit gatal, bayi lahir sungsang, bayi sulit dilahirkan, dan ari-ari akan lengket.

Secara ilmiah, sotong dan gurita memiliki kandungan asam lemak tak jenuh tinggi atau docosahexanoic acid (DHA), yang bermanfaat bagi tumbuh kembang otak bayi dan balita.

Cumi-cumi dan gurita merupakan sumber pangan alami yang mudah didapatkan di pesisir. Namun terlalu banyak dan terlalu sering makan sotong dan gurita bikin kolesterol naik.


---

Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto, Peneliti Arkeologi BRIN dan sudah disunting seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Masak Masak: Bikin Cumi Gemoy Balado Isi Tahu"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA