Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 19 Jul 2022 07:45 WIB

TRAVEL NEWS

Pilot Skandinavia Mogok Kerja, 60 Persen Penerbangan Dibatalkan

Femi Diah
detikTravel
SAS
Foto: Getty Images/flavijus
Jakarta -

Pilot-pilot maskapai asal Skandinavia SAS mogok kerja massal. Imbasnya, lebih dari 60 persen penerbangan di tengah musim liburan dibatalkan.

Dikutip dari Reuters, Selasa (19/7/2022), SAS dan serikat pilot duduk satu meja dan mencari solusi untuk mengakhiri mogok kerja. Sebab, pilot-pilot itu mogok kerja bukan sehari atau dua hari, tetapi sudah lebih dari dua pekan.

Mediator antara kedua belah pihak Claes Strath mengatakan kepada kantor berita TT bahwa diskusi pada 13 Juli di Stockholm menunjukkan kemajuan.

"Jika keinginan itu ada, dan saya yakin itu ada, maka ini dapat diselesaikan pada siang hari besok, tetapi belum ada yang pasti sampai semuanya siap," kata Strath.

Sebagian besar pilot SAS di Swedia, Denmark, dan Norwegia mogok kerja sejak 4 Juli setelah pembahasan rencana untuk menyelamatkan perusahaan dari pailit gagal. Cara yang ditempuh di antaranya dengan pemotongan upah.

Pada 13 Juli, kedua belah pihak yang bersengketa Dari pembicaraan terakhir itu, sebagian besar pilot SAS mengatakan akan menyetujui pemotongan upah terbatas dan persyaratan dari maskapai.

SAS memang sudah terseok-seok menghadapi kompetisi penerbangan berbiaya murah dan kemudian limbung dihantam pandemi Covid-19 yang memberikan tekanan pada industri penerbangan. Pemerintah Denmark dan Swedia, sebagai pemilik terbesar maskapai tersebut, melihat perlunya infrastruktur.

Aksi mogok itu membatalkan 2.550 penerbangan dan itu berdampak kepada 270 ribu penumpang. Aksi mogok kerja pilot itu telah membuat SAS merugi sekitar USD 123 juta (Rp 1,8 triliun).

Maskapai SAS, yang pemilik terbesarnya adalah negara bagian Swedia dan Denmark, mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 di Pengadilan Amerika Serikat Selasa lalu.

SAS hadir di pengadilan kebangkrutan AS di Manhattan untuk menerima izin untuk mempertahankan operasi bisnis rutin agar dapat memenuhi kontrak pasokan bahan bakar dan membayar upah karyawan.

SAS memperkirakan proses kebangkrutan AS akan memakan waktu antara sembilan sampai 12 bulan. SAS mengatakan konsesi yang ditawarkan tidak cukup untuk melaksanakan rencana penyelamatan yang diumumkan pada Februari.

Sementara itu, serikat pekerja juga menuntut agar pilot yang dipecat saat pandemi dipekerjakan kembali di SAS Skandinavia tanpa harus bersaing dengan pelamar eksternal untuk pekerjaan dengan persyaratan yang kurang menarik di SAS Link dan SAS Connect yang berbasis di Irlandia.

Serikat pilot Swedia mengatakan bahwa asosiasi pilot telah mengusulkan untuk membuat pengecualian selama beberapa minggu kepada SAS untuk memulangkan penumpang charter yang terdampar di bandara. Sebab, perusahaan charter telah memprediksi ribuan orang bisa terdampar akibat mogok kerja pilot, kecuali sebuah solusi dengan SAS dapat tercapai.

"Beberapa daerah tujuan penerbangan kami tidak dapat diakses dan tidak ada opsi lain bagi para pelaku perjalanan untuk pulang," kata serikat pekerja dalam sebuah pernyataan.

SAS belum membalas permintaan komentar dari Reuters.



Simak Video "Penampakan Ratusan Paus Terdampar di Pantai Barat Tasmania"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA