Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 20 Jul 2022 16:43 WIB

TRAVEL NEWS

Munculnya IKN Nusantara Jangan Sampai Matikan Budaya dan Bahasa Suku Paser

Antara
detikTravel
Pekerja menyelesaikan pembuatan prasasti bergambar peta Indonesia di titik nol kilometer Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (19/4/2022). Prasasti tersebut dibangun di atas tanah dan air dari 34 provinsi di Indonesia yang telah disatukan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.
Prasasti bergambar peta Indonesia di titik nol kilometer Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Jakarta -

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Hetifah Sjaifudian berharap budaya Kaltim menjadi jati diri Ibu Kota Negara atau IKN Indonesia baru bernama Nusantara. Seperti apa?

"Bahasa dan budaya Kaltim salah satunya Suku Paser bisa menjadi jati diri ibu kota negara Indonesia baru," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI tersebut, di Penajam, Rabu (20/7/2022).

Ia mengingatkan keberadaan IKN Nusantara pada sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara dengan konsep modern, jangan mematikan adat dan budaya di Kalimantan Timur, salah satunya Suku Paser.

Suku Paser merupakan bagian dari 21 komunitas masyarakat yang telah diverifikasi oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten diminta untuk memperhatikan keberlangsungan bahasa dan budaya Suku Paser di IKN Nusantara. Dia memprediksi pindahnya warga ibu kota dari Jakarta ke wilayah Kalimantan Timur akan mempengaruhi bahasa yang digunakan sehari-hari di IKN Nusantara.

"Jangan sampai jati diri Suku Paser hilang, karena banyak yang tidak tahu bahasa Paser setelah IKN pindah," ujar dia.


Pembangunan infrastruktur IKN Nusantara, kata dia lagi, harus diiringi dengan pembangunan kualitas SDM (sumber daya manusia).

Pembangunan SDM butuh waktu yang cukup lama, tidak seperti pembangunan infrastruktur dan teknologi hanya butuh waktu dua tahu rampung.

Wisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Penajam Paser Utara, kata dia pula, juga harus dikembangkan menyongsong pemindahan ibu kota negara Indonesia tersebut.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara harus merumuskan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang bakal dikembangkan di daerah berjuluk "Benuo Taka" itu.

Potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Penajam Paser Utara yang memilik daya jual, menurut Hetifah Sjaifudian, harus diidentifikasi agar dapat dikembangkan.



Simak Video "Jokowi Minta Ibu Kota Baru Ditetapkan Jadi Proyek Strategis Nasional"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA