Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 23 Jul 2022 10:47 WIB

TRAVEL NEWS

10 Makhluk Halus di Gunung Merapi dalam Kajian Antropologi

Tim detikJateng
detikTravel
Ilustrasi Drive Thru Rumah Hantu
Ilustrasi hantu. Foto: (Getty Images)
Jakarta -

Gunung Merapi kerap dipandang memiliki aura magis dan menjadi rumah bagi berbagai lelembut. Dalam kajian antropologi, setidaknya ada 10 jenis lelembut di gunung tersebut.

Penggolongan lelembut atau makhluk halus ini ditulis dalam buku Manusia Jawa dan Gunung Merapi, Persepsi dan Kepercayaannya. Buku ini merupakan karya Lucas Sasongko Triyoga yang diterbitkan Gadjah Mada University Press.

Untuk diketahui, buku ini membahas hal ihwal kebudayaan Jawa di lereng Gunung Merapi. Secara khusus, buku ini merupakan hasil kajian antropologi terhadap masyarakat di tiga desa teratas Gunung Merapi. Penelitian lapangan dilakukan pada September 1984 sampai Mei 1985.

Dalam buku ini, tiga desa tertinggi di lereng Merapi yang menjadi lokasi penelitian itu disamarkan dengan nama Kawastu, Korijaya, dan Wukirsari. Dua desa pertama ada di lereng selatan atau wilayah Sleman, DIY. Desa ketiga di lereng utara atau wilayah Boyolali, Jawa Tengah.

Tak banyak buku yang secara detail mengulas tentang Gunung Merapi dari sisi antropologi. Ada satu bab yang cukup menarik, yaitu tentang kepercayaan masyarakat dari tiga desa tersebut terhadap Gunung Merapi, mulai dari asal-usul dan persepsi terhadap cikal bakal, tempat-tempat angker, binatang-binatang sakral, dan lain-lain.

Tidak ada maksud untuk mengarahkan pembaca agar mempercayai kekuatan gaib dari para makhluk halus tersebut. Artikel ini adalah upaya mengenalkan hasil penelitian ilmiah yang dapat memperkaya khasanah kebudayaan kita.

Lelembut

Lelembut adalah makhluk halus yang terendah derajatnya. Di atas lelembut ada Leluhur dan Dhanhyang. Asal-usul lelembut ada dua versi. Pertama, lelembut sudah ada sejak dunia diciptakan. Kedua, lelembut dari roh manusia jahat. Lelembut dipercaya suka mengganggu manusia.

Lelembut sering medeni (menakuti) dengan menampakkan diri atau membuat suara yang menakutkan sehingga disebut memedi. Sering pula lelembut disebut lelembut bekasakan, gentayangan, karena menempati apa saja seperti batu, kayu, dan sebagainya. Berikut 10 jenis lelembut.

1. Banaspati

Lelembut ini berbentuk bola api yang muncul dari tanah yang retak tiba-tiba. Bola api ini kemudian membesar dan membentuk ular berkepala manusia. Banaspati ada di tempat-tempat angker seperti di permakaman, hutan, jurang, sungai, dan lain-lain.

2. Jin

Lelembut dari jenis ini yang sering mengganggu manusia disebut jin liar. Jin liar diyakini bisa memba atau berubah wujud mirip dengan salah satu anggota keluarga atau kerabat orang yang diganggunya. Jin juga dapat merasuki tubuh manusia. Jin dipercaya tinggal di tempat angker atau sepi dan juga di dalam desa seperti di jembatan, sumber air, bak air, dan lain-lain.

3. Wewe

Lelembut dalam sosok wanita ini memiliki payudara besar yang menjulur ke perut, rambut panjang tak teratur dan terurai, memakai kain panjang sebatas perut.

Wewe juga dapat memba untuk menculik orang dewasa atau anak-anak. Orang yang diculik biasanya dibawa ke luar desa atau ditaruh di atas pohon yang tinggi.

Konon, wewe punya kegemaran menjemur celana dalam berupa robekan kain di dahan pohon beringin pada pagi hari. Diyakini jika ada yang dapat mengambil celana dalam wewe, orang itu bisa menjadi sakti dan dapat berkomunikasi dengan makhluk halus.

4. Gendruwo

Lelembut ini bersosok lelaki yang bertubuh tinggi, besar, dan hitam. Gendruwo dipercaya suka menggoda wanita yang suaminya sedang bepergian. Gendruwo dapat memba menjadi lelaki tampan atau seperti suami si wanita yang diganggunya.

5. Peri

Lelembut bersosok wanita ini dikenal berparas cantik dan berbau wangi. Rambut panjangnya terurai untuk menutupi punggungnya yang berlubang dan berbau busuk. Peri biasa pula disebut sundel bolong.

Peri dipercaya suka mengganggu lelaki hidung belang atau lelaki yang kesepian. Peri tinggal di tempat sepi, baik di dalam maupun di luar desa.

6. Jrangkong

Lelembut ini diyakini dari roh manusia yang jahat. Jrangkong berwujud kerangka manusia yang melayang-layang mengikuti orang yang berjalan. Jrangkong dikenal dengan suara klithik-klithik karena tulang-tulangnya yang saling bersentuhan. Jrangkong tinggal di permakaman, hutan, dan tempat angker.

7. Wedon

Wedon dipercaya dari roh manusia yang ikatan tali kafannya tak dilepas saat dikubur. Lelembut ini berwujud mayat yang terbungkus kain kafan, kondang disebut pocongan. Wedon yang gerakannya meloncat-loncat ini tinggal di permakaman.

8. Buta (Buto)

Lelembut ini bertubuh tinggi besar dan menyeramkan. Buto dipercaya tinggal di dalam hutan. Makanan utamanya daging mentah.

9. Thethekan

Lelembut ini tidak diketahui bentuk tubuhnya. Thethekan dipercaya suka menakuti manusia yang berada di hutan pada malam hari. Disebut thethekan karena caranya menakuti dengan membuat suara thethek-thethek.

10. Gundhul Pringis

Lelembut yang dipercaya dari roh manusia ini berwujud kepala manusia yang bergerak menggelinding, dikenal tinggal di permakaman dan tempat-tempat sepi. Jika terlihat oleh manusia, gundhul pringis akan menggelinding sambil meringis.

Selain sepuluh jenis lelembut ini, masih ada makhluk halus lain yang dipercaya suka mengganggu manusia. Makhluk halus yang tak dapat dideskripsikan secara jelas itu biasa disebut demit, iblis, atau setan.

Artikel ini sudah tayang di detikJateng.



Simak Video "Menakuti Bocah Pakai Suara 'Cekikikan' Hantu Bisa Timbulkan Trauma"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA