Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 29 Jul 2022 06:35 WIB

TRAVEL NEWS

Pesawat Tujuan Manokwari Dialihkan ke Biak, Begini Penjelasan Lion Air

Ilustrasi pesawat Lion Air
Foto: Ilustrasi Lion Air (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Manokwari -

Pesawat Lion Air yang terbang dari Sorong dengan tujuan akhir Manokwari terpaksa harus dialihkan ke Biak karena faktor cuaca buruk. Berikut kronologinya:

Lion Air menjelaskan tentang insiden yang terjadi pada salah satu pesawat mereka yang bernomor JT-3944 dari Bandara Dominie Eduard Osok, Sorong (SOQ) dengan tujuan akhir Bandara Rendani, Manokwari (MKW).

Operasional pesawat tersebut mengalami kendala saat akan melakukan pendaratan, sehingga pesawat dengan terpaksa dialihkan untuk melakukan pendaratan di Bandara Frans Kaisiepo di Biak, Papua (BIK).

Penerbangan JT-3944 itu diketahui berangkat dari Sorong pada pukul 07.25 WIT an dijadwalkan mendarat di Bandara Rendani pukul 08.10 WIT. Pesawat tersebut membawa 205 penumpang, dengan total muatan 64,7 ton, termasuk bagasi 2.189 kg dan kargo 662 kg.

"Ketika proses pendaratan, terjadi perubahan kecepatan angin dari arah belakang yang melebihi batas ditetapkan (tailwind) menjadi 5 knot yang tidak memenuhi kualifikasi keselamatan penerbangan fase mendarat dan lepas landas. Untuk itu, pilot memutuskan melakukan pengalihan pendaratan di bandar udara alternatif (divert) yaitu Bandara Frans Kaisiepo di Biak. Pesawat mendarat di Biak pukul 08.44 WIT," ungkap Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, Kamis (28/7/2022).

"Setelah mendapatkan informasi perkiraan kecepatan arah angin di Manokwari kurang dari 5 knot, Lion Air penerbangan JT-3944 mengudara dari Biak pukul 09.22 WIT. Proses pendaratan sudah dilakukan, namun kecepatan angin dari arah belakang terhadap arah landas pacu (runway) berubah menjadi 12 knot. Kondisi ini, pilot memutuskan untuk kembali ke Bandara Frans Kaisiepo (return to base/ RTB). Pesawat mendarat pukul 10.36 WIT," imbuh Danang.

Namun akhirnya, pesawat Boeing 737-900ER dengan nomor registrasi PK-LQT itu berhasil diterbangkan kembali setelah berkomunikasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Manokwari hingga arah kecepatan angin normal (sesuai yang ditentukan).

"Setelah kecepatan arah angin di bandar udara tujuan memenuhi persyaratan untuk pendaratan, Lion Air terbang kembali dari Bandara Frans Kaisiepo pukul 16.13 WIT, pesawat sudah mendarat di Bandara Rendani pukul 16.53 WIT," ujar Danang.



Simak Video "Eks Presiden ACT Jawab soal Dana CSR Korban Lion Air JT610"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA