Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 02 Agu 2022 19:31 WIB

TRAVEL NEWS

Ada Pulau Bergerak di Kalimantan, Begini Penjelasannya

Pulau bergerak di Danau Bagut, Kapuas Hulu.
Pulau bergerak di Kalimantan Barat (Foto: Dokumen Istimewa)
Kapuas Hulu -

Media sosial kembali dihebohkan oleh adanya pulau bergerak di Kalimantan. Begini penjelasannya.

Fenomena langka terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), di mana sebuah pulau dapat bergerak di danau. Warga sekitar menyebutnya dengan Pulau Begansar yang berarti Pulau Bergerak.

Lokasi Pulau Bergerak berada di Danau Bagut, Kecamatan Bunut Hilir, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Baru-baru ini fenomena Pulau Bergerak tersebut menghebohkan jagat maya, namun ternyata fenomena langka itu sudah terjadi sejak zaman dahulu.

"Sudah lama dari jaman dulu-dulunya pun sudah bergerak," ujar Camat Bunut Hilir, Sapril Ansyari saat dihubungi detikcom, Selasa (2/8/2022).

"Dari cerita atau legenda masyarakat jaman dulu, Pulau Begansar ditemukan oleh orang bernama Bagut, maka dari itu nama danau itu dinamakan Danau Bagut, karena dia yang pertama kali menemukan," terang dia.

Pak Bagut sendiri di danau tersebut beraktivitas bertani dan nelayan. Saat mencari ikan Pak Bagut tak sengaja menemukan sebuah Pulau yang bergerak.

Di pulau itu Pak Bagut menjadikannya sebuah tempat menaruh Bagan atau Pukat menyimpan ikan hasil tangkapan. Lantaran terus bergerak, Pak Bagut pun berinisiatif mengikat pulau tersebut menggunakan tujuh rotan.

"Karena sering bergerak, pulau itu diikat menggunakan rotan, agar tidak bergerak pak Bagut mengikat dengan 7 buah rotan, tapi ternyata 7 rotan itu tidak kuat menahan pulau itu," ujarnya.

Tak sampai di situ, Pak Bagut kemudian kembali mengikat pulau tersebut menggunakan rotan yang lebih banyak. Ada 99 kali dia mengikat pulau itu dengan rotan.

Namun nyatanya, meski telah diikat dengan 99 rotan, Pulau Begansar masih bisa bergerak, lantaran pohon kayu yang diikat 99 rotan itu patah tak kuat menahan pergeseran pulau.

"Kenapa diikat, karena kalau bergerak terus menerus mengganggu pak Bagut beraktivitas, tapi nyatanya biar diikat dengan 99 rotan tetap tidak bisa," ungkapnya.

Pak Bagut terus berjuang untuk mengikat pulau tersebut, hingga akhirnya pada suatu malam dia bermimpi bertemu penghuni Pulau Begansar, dan diperintahkan untuk mengikat pulau itu dengan akar pohon semar yang berada di atas pulau tersebut. Hal ini agar pulau tersebut tidak lagi bergerak di atas danau.

Tapi, penghuni pulau juga berpesan kepada Pak Bagut, jika pulau itu berhenti bergerak, maka imbalannya nyawa Pak Bagut.

"Di mimpi itu penghuni pulau ini berkata, kalau ingin membunuh saya, cukup diikat dengan akar semar yang ada di pohon, dengan syarat, kalau saya mati, bapak harus mati. Pulau itu akhirnya tidak bergerak lagi, namun malamnya Pak Bagut yang juga mati," bebernya.

Selanjutnya, ada dua pulau bergerak >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ungkapan Kesedihan Jokowi Saat Banyak Warga RI Berobat ke Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA