Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 19 Agu 2022 05:11 WIB

TRAVEL NEWS

Thailand Tegaskan Tolak Turis yang Datang demi Ganja untuk Senang-senang

Syanti Mustika
detikTravel
Tourists shop cannabis at the RG420 cannabis store, at Khaosan Road, one of the favourite tourist spots in Bangkok, Thailand, July 31, 2022. REUTERS/Athit Perawongmetha
Kafe ganja di Thailand ( REUTERS/ATHIT PERAWONGMETHA)
Jakarta -

Ganja untuk kebutuhan medis dan kuliner dilegalkan di Thailand. Negeri gajah putih mengingatkan tidak menerima wisatawan yang hanya ingin merokok ganja di sana.

Diberitakan Reuters, Jumat (19/8/2022) Menteri Kesehatan Thailand melarang wisatawan mengunjungi negara itu hanya untuk merokok ganja. Pernyataan ini tepat setelah dua bulan melegalkan ganja untuk Thailand.

"Kami tidak menyambut turis seperti itu," kata Anutin Charnvirakul ketika ditanya tentang penggunaan ganja rekreasi di kalangan turis asing.

Terlepas dari larangan pemerintah untuk tidak mabuk, bisnis ganja di ruangan khusus pun menjamur di kalangan penduduk dan turis.

Tourists shop cannabis at the RG420 cannabis store, at Khaosan Road, one of the favourite tourist spots in Bangkok, Thailand, July 31, 2022. REUTERS/Athit PerawongmethaKafe ganja RG420 Foto: REUTERS/ATHIT PERAWONGMETHA

Salah satu yang populer di kalangan turis adalah kafe ganja RG420 yang dibuka di Khao San. Pengelola kafe mengatakan bahwa ratusan orang datang setiap harinya ke tempatnya. Hal ini menjadi angin segar di tengah kebangkitan pariwisata Thailand.

Thailand menargetkan 10 juta kunjungan di tahun ini, dimana mereka sebelumnya menargetkan 10 juta turis. Tahun 2021, Thaliand hanya kedatangan 428 ribu turis saja. Angka ini sangat jauh dibandingkan dengan jumlah turis tahun 2019 yang mencapai 40 juta kunjungan.

Kita balik lagi kepada komentar Menteri Kesehatan Thailand, Anutin yang mewanti-wanti 'bebasnya' ganja tidak sesuai dengan tujuan awal sebagai obat medis. Namun dia juga tidak menyempitkan aturan di mana mungkin akan ada harapan untuk ganja rekreasi ke depannya.

Anutin mengatakan bagaimanapun penggunaan ganja untuk senang-senang dapat dieksplorasi setelah ada pemahaman yang lebih baik tentang obat tersebut.

"Mungkin dalam waktu dekat ini," katanya.

Menteri Pariwisata Thailand pun juga angkat bicara mengenai 'bebasnya' ganja yang tidak diperuntukkan untuk medis. Dia ingin fokus ganja pada kebutuhan medis.

"Undang-undang tidak mencakup penggunaan ganja rekreasi atau untuk bersenang-senang. Dan, kalaupun terkait promosi pariwisata itu difokuskan pada aspek medis," kata Wakil Gubernur Otoritas Pariwisata Nasional, Siripakorn Cheawsamoot.

Pemerintah Thailand pun kemudian mengeluarkan peraturan soal batasan konsumsi ganja. Di antaranya, larangan merokok ganja di depan umum dan penjualannya kepada yang di bawah umur 20-an.

Bagi yang merokok di tempat umum akan menghadapi penjara tiga bulan atau denda 250.000 baht (Rp 10,4 juta).



Simak Video "Pemeran F4 Thailand Bakal Gelar Konser di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA