Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 22 Agu 2022 12:04 WIB

TRAVEL NEWS

Trouble in Paradise: Homestay di Bunaken Tidak Merata

bonauli
detikTravel
Homestay di Bunaken
Homestay di Bunaken (Bonauli/detikcom)
Bunaken -

Taman Nasional Bunaken sudah menjadi ikon wisata dari Manado. Sudah berjalan selama 30 tahun, tapi kendala pemerataan pembangunan masih saja terasa di sana.

Bunaken tercatat sebagai taman nasional sejak tahun 1991. Dengan luas 890 km persegi, pulau ini terdiri dari 3 kampung yaitu Bunaken Negeri, Tanjung Perigi dan Alung banua.

Sudah menjadi destinasi internasional, tiap kampung di Bunaken sudah ramah turis. Mereka menyapa siapa pun wisatawan yang datang ke sana dengan ramah.

Homestay dan resor pun berserak di Taman Nasional Bunakan. Ada banyak pilihan penginapan, tergantung dari kocek wisatawan.

"Kalau bule-bule bisanya tinggal di resor," ucap Niklas Tamamekeng, pemandu wisata Bunaken pada detikTravel.

Fasilitas listrik 24 jam menjadi salah satu keunggulan resor di Bunaken.

detikTravel mencoba untuk menjelajahi kampung-kampung di Bunaken. Memang, ada perbedaan mencolok yang terlihat dari ujung timur dan ujung barat.

Bunaken Negeri yang berada di wilayah timur memiliki banyak bangunan homestay. Homestay ini dibangun dari kayu dengan gaya bangunan yang sama. Di bagian depannya, ada logo PUPR.

"Iya, itu homestay bantuan dari pemerintah," jelasnya Niklas.

Homestay di BunakenHomestay di Bunaken Foto: Bonauli/detikcom

Niklas mengatakan ada sekitar 30an homestay yang dibangun oleh pemerintah. Homestay ada yang menyatu dengan rumah warga dan terpisah. Namun menjadi tanggung jawab dari pemilik tanah.

Berbeda dengan Bunaken Negeri, kampung Tanjung Parigi tidaklah demikian. Homestay yang dibangun tak ada bantuan dari pemerintah.

Niklas sendiri yang adalah warga Bunaken tak mengerti, mengapa kampung tempat tinggalnya seakan 'ditinggalkan' oleh pemerintah.

"Enggak tahu kenapa enggak dikasih homestay, kami tidak diberitahu. Tapi yang jelas di sini tidak ada penataan dan pendataan," tukasnya.

Masalah pemerataan ini sudah menjadi rahasia umum di Bunaken. Tapi warganya tidak terlalu dibuat pusing, karena masalah sehari-hari mereka jauh lebih berat.

Meski sudah menjadi taman nasional, Bunaken masih kesulitan mendapatkan air bersih dan pasokan listrik. Listrik akan padam mulai pukul 6 pagi dan nyala kembali pukul 12 siang. Warga harus segera melakukan aktivitas yang membutuhkan tenaga listrik, karena listrik akan padam kembali pukul 5 sore dan nyala setelah isya.



Simak Video "Pernak-pernik Eksotis untuk Oleh-oleh dari Bunaken, Manado"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA