Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 26 Agu 2022 19:16 WIB

TRAVEL NEWS

Ragam Kasus Bikin Bule Tak Nyaman di Bali, Rekam Bokong-Dilecehkan

Tim detikcom
detikTravel
Viral di media sosial seorang bule wanita tengah berebut handphone (HP) dengan bapak-bapak di sebuah pantai yang diduga di Bali.
Foto: Tangkapan layar video viral di instagram
Jakarta -

Bali telah ramai dikunjungi turis asing. Jadi pemandangan bule berjemur menjadi pewarna pemandangan di beragam pantai di Bali.

Namun ada peristiwa tak mengenakan mencoreng pariwisata di Bali, dimana seorang bapak-bapak tertangkap basah tengah merekam bokong bule yang sedang berbikini.

Sebelumnya, juga ada beberapa kasus yang membuat bule tidak nyaman liburan di Bali. detikcom telah merangkum, Jumat (26/8/2022) beberapa kasus yang mencoreng keindahan wisata Bali.

1. Bapak-bapak rekam bokong bule

[Gambas:Instagram]




Kemarin, akun Instagram @gianyarinfo membagikan video bule yang merebut HP seorang bapak-bapak di pinggir pantai. Ternyata dia menangkap basah bapak ini merekam bokongnya secara diam-diam.

Video yang viral itu memperlihatkan turis bule yang memakai bikini berebut HP dengan bapak-bapak berjaket hitam merah. Salah satu pengunjung pantai sempat melerai aksi keduanya namun tidak berhasil.

Tentu aksi bapak-bapak ini membuat geram warga Bali dan juga dunia maya. Aksinya ini telah mencoreng pariwisata Bali yang sedang perlahan bangkit kembali.

2. Bule mengaku dilecehkan di Kuta


Pada bulan April silam, seorang turis asal Australia mengaku dilecehkan saat sedang berjalan di Kuta. Ia menyebut Kuta adalah yang terburuk dan berjanji bahwa ia tak akan pernah lagi kembali ke Kuta, bahkan ke Bali.

Dalam video singkat yang menyebar di Instagram itu, si bule berbaju putih menyebut, "Kuta is the worst" (Kuta adalah yang terburuk).

"People are harassing you when you walk on the beach (Orang orang melecehkanmu saat kamu berjalan di pantai) and It's annoying (dan itu mengganggu)."

Perempuan itu menyebut bahwa ia tidak mau lagi kembali ke Kuta. Ia bahkan menyebut bahwa ia tak mau lagi kembali ke Bali.

"I don't wanna come back to Kuta, or to Bali (Saya tidak mau kembali ke Kuta, atau ke Bali). It's terrible, It is really terrible (Itu buruk, itu sangat buruk)," ia menambahkan.

Di akhir video, perempuan itu menyebut bahwa ia merasa beruntung karena ia akan pulang ke negaranya besok.

"I'm so glad that I am going home tomorrow (Saya beruntung karena saya akan pulang besok)," tutupnya.

Menyikapi video yang viral ini, Satpol PP Badung langsung mengamankan dan memulangkan para gelandangan dan pengemis yang berkedok jualan tisu di Pantai Kuta.

Juga sekarang pedagang di Pantai Kuta diwajibkan memiliki kartu anggota. Sementara itu, pedagang yang tidak memiliki kartu anggota pedagang pantai alias tidak berizin bakal dilaporkan ke pihak berwajib.

3. Bule hampir dijambret warga lokal

Beredar video di media sosial memperlihatkan dua orang wisatawan asing diduga mengalami perampasan handphone (HP) oleh sekelompok pria berjumlah tiga orang di kawasan Kuta, Kabupaten Badung. Namun aksi tiga pria itu gagal usai aksinya direkam warga yang berada di lokasi kejadian.

Video perampasan berdurasi 53 detik itu dikabarkan diambil oleh warga lokal yang kebetulan berada di lokasi. Lokasi perampasan HP itu sendiri dikabarkan di Jalan Poppies, Kuta.

Nampak dalam video tersebut, perekam menegur beberapa pria yang diduga hendak merampas HP sang turis.

[Gambas:Instagram]



Saat ditegur dan direkam, sekelompok pria ada yang lari dan ada yang berpura-pura kencing. Perekam pun menanyakan maksud dari sekelompok pria tersebut kepada sang bule. Sang bule membenarkan sekelompok pria itu hendak merampas HPnya.

Beruntung HP tidak jadi diambil dan sekelompok pria itu pun membubarkan diri.

Semoga tidak ada lagi kasus yang tidak mengenakan dan mencoreng wisata Bali yang begitu tersohor di dunia ini. Katanya mau bangkit, kok nggak sopan? Yuk, saling menjaga.



Simak Video "Kecoh Petugas, Bule di Bali Ngutil Obat di Apotek"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA