Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 01 Sep 2022 15:41 WIB

TRAVEL NEWS

Mitos Ikan Dewa Cibulan, Ikan Keramat Jelmaan Prajurit Prabu Siliwangi

Ikan Dewa Objek Wisata Cibulan.
Ikan Dewa di Objek Wisata Cibulan, Kuningan. Foto: Erick Disy Darmawan
Bandung -

Ikan Dewa merupakan salah satu ikan yang dianggap keramat oleh masyarakat Kuningan. Terdapat beragam mitos yang mengelilingi keberadaan ikan ini.

Di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat terdapat sejenis ikan yang keberadaannya dianggap keramat oleh warga setempat. Ikan ini dikenal dengan ikan dewa. Ikan dewa ini dapat ditemukan di dua kolam, yakni di objek wisata Cibulan dan Cigugur.

Baru-baru ini masyarakat setempat digegerkan oleh kabar kematian massal dari ikan dewa yang berada di objek wisata Cibulan, Desa Maniskidul, Jalaksana, Kuningan. Kabar ini beredar melalui sebuah video yang menyebar di aplikasi berbagi pesan. Video ini dilihat oleh tim detikJabar pada Rabu (31/8/2022).

Kematian ikan dewa menjadi berita yang menghebohkan karena ikan ini merupakan ikan yang dikeramatkan. Tak hanya itu, keberadaan ikan dewa juga dikelilingi oleh banyak legenda dan mitos. Beberapa kisah dan mitos tersebut di antaranya yaitu:

1. Jelmaan Prajurit Prabu Siliwangi

Salah seorang pengelola objek Wisata Cibulan Maman Suherman (50) menuturkan kisah ikan dewa yang dianggap sebagai jelmaan pasukan dari pemimpin Kerajaan Pajajaran, yakni Prabu Siliwangi.

"Konon ikan ini adalah prajurit Prabu Siliwangi yang dikutuk karena tidak setia sama Prabu Siliwangi, kalau dari ceritanya seperti itu," kata Maman kepada detikJabar pada Rabu (15/6/2022).

2. Jumlahnya Selalu Tetap

Selain itu, Maman juga mengungkapkan bahwa jumlah ikan dewa di Cibulan tidak pernah bertambah maupun berkurang. Padahal ikan tersebut selalu berkembang biak.

"Ikan ini selalu berkembang biak, cuma dari dulu kolam ini tidak pernah penuh dan kurang sama ikan. Kalau secara logika kan, semisal berkembang biak mungkin kolam ini penuh. Padahal dikonsumsi juga nggak dan yang mati juga tidak setiap minggu," ujar Maman.

3. Cara Mati yang Unik

Kemudian Maman juga menceritakan cerita unik lain dari ikan dewa ini. Jika biasanya ikan yang mati akan mengambang ke permukaan, maka hal berbeda terjadi pada ikan dewa. Saat ikan dewa mati, jasadnya justru akan tenggelam ke dasar kolam. Meski begitu, dari segi bau, saat mati ikan ini tetap mengeluarkan bau amis.

"Kalau semisal ada yang mati tercium bau amis. Mati juga tidak 'ngambang' atau berada di dasar kolam. Tapi kalau ada yang mati pasti ketemu," ujar Maman.

Tak sampai di situ saja, ketika ada ikan dewa yang mati, masyarakat pun memperlakukannya dengan berbeda. Setelah mati, ikan keramat ini akan dikubur selayaknya manusia dengan dibungkus kain kafan.

Cara penguburan ini juga terlihat pada video yang beredar di media sosial. Dalam video itu diperlihatkan beberapa orang tengah mengubur ikan dewa yang telah diselimuti kain putih. Tak hanya diselimuti kain, ikan tersebut juga diadzani layaknya manusia.

4. Dibawa oleh Murid Wali Songo

Dikutip dari situs resmi Disporapar (Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata) Kabupaten Kuningan, konon ikan dewa dibawa oleh para murid Wali Songo saat datang ke Cibulan. Selain membawa ikan dewa, para murid Wali Songo ini juga meninggalkan tujuh buah sumur.

Tujuh sumur ini kemudian dianggap keramat oleh masyarakat dan airnya dipercaya memiliki khasiat yang dapat membuat siapapun yang mencuci muka awet muda. Tujuh sumur tersebut juga memiliki posisi yang mengelilingi petilasan yang dipercaya sebagai tempat semedi Prabu Siliwangi.

5. Namanya Ada di Relief Candi Borobudur

Berdasarkan infografis dari situs resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ikan Dewa dikenal juga dengan nama ikan Torsoro. Nama ini diambil dari relief yang ada di Candi Borobudur pada tahun 1842. Relief tersebut menggambarkan aktivitas nelayan terdahulu.

Ikan dewa yang memiliki sejarah panjang ini kerap dianggap sebagai ikan konsumsi yang dapat mendatangkan kemakmuran. Bahkan ikan ini dipercaya memiliki kedudukan sosial yang tinggi pada zaman dahulu. Karena merupakan ikan yang dikonsumsi oleh para raja.

Hingga kini, keistimewaan ikan dewa tersebut tetap bertahan. Selain dikeramatkan dan dijaga dengan baik, ikan dewa juga kerap dijadikan menu perayaan dalam tahun baru Imlek.

Artikel ini telah tayang di detikJabar.



Simak Video "Ada Ikan Purbakala dan Sumur Keramat di Objek Wisata Cibulan"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/ysn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Breaking News
×
Ledakan di Bandung
Ledakan di Bandung Selengkapnya