Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 06 Sep 2022 11:10 WIB

TRAVEL NEWS

Menguji Kebenaran Penjelasan KemenPUPR Soal Pipa Beton di Taman Doraemon

Pipa beton di kartun Doraemon
Foto: Pipa beton di kartun Doraemon (Twitter)
Jakarta -

Kementerian PUPR menjelaskan soal asal usul pipa beton yang berada di taman tempat Nobita dan Doraemon biasa main. Bener nggak sih asalnya dari zaman Meiji?

Seorang selebtweet dengan akun @senjatanuklir melontarkan sebuah pertanyaan yang cukup menggelitik tentang pipa beton yang begitu ikonik di film kartun Doraemon, dimana Nobita dan teman-temannya sering berkumpul dan bermain bersama.

"Pipa beton di Doraemon sebenernya tuh buat proyek apa," cuit @senjatanuklir.

Tak disangka, cuitan itu ditanggapi dengan serius oleh akun resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Melalui akun Twitternya, @KemenPU pun memberikan penjelasan.

"Pipa beton (dokan) dipakai untuk pembangunan saluran pembuangan dalam proyek infrastruktur di era Meiji. Karena keterbatasan lahan, makanya ditempatkan di lapangan tempat Nobita bermain," jelas Kementerian PUPR.




Nah, apakah benar penjelasan dari Kementerian PUPR soal pipa beton di taman Doraemon itu? Mari kita telusuri faktanya.

Ketika mencari di mesin pencari Google, sudah banyak artikel bermunculan yang menjelaskan soal asal usul tumpukan pipa beton di taman Doraemon itu.

Meski hanya film kartun, tetapi sang pencipta Doraemon, Fujiko Fujio rupanya terinspirasi dari kejadian nyata saat menciptakan Doraemon. Fujiko Fujio banyak melihat tumpukan pipa beton di sekitar tempat tinggalnya.

Ditelusuri detikTravel dari beberapa sumber, Selasa (6/9/2022) di zaman itu, pipa beton, yang dalam bahasa Jepang disebut Dokan, adalah benda yang lazim ditemui di berbagai sudut Jepang. Dokan digunakan untuk membuat saluran pembuangan air secara besar-besaran setelah Jepang dihantam bom atom Hiroshima-Nagasaki.

Akibat pembangunan infrastruktur secara besar-besaran, banyak Dokan yang diletakkan di lapangan atau tanah kosong sebelum digunakan. Di waktu bersamaan, anak-anak Jepang pada masa perang kekurangan tempat bermain, sehingga mereka malah menggunakan lapangan penyimpanan Dokan sebagai tempat main.

Anak-anak biasa main petak umpet di dalam Dokan. Atau, mereka hanya sekedar duduk-duduk saja di atas Dokan seperti yang dilakukan Nobita, Giant, Suneo, Doraemon dan teman-teman lainnya.

Dokan pun jadi perlambang kebangkitan Jepang setelah Perang Dunia Kedua. Dokan sendiri pertama kali dibuat pada masa zaman Kekaisaran Meiji (1868-1912).

Dari penjelasan tersebut, maka bisa disimpulkan penjelasan dari Kementerian PUPR soal pipa beton di kartun Doraemon adalah benar dan tidak mengada-ada.

Bagaimana traveler, jadi punya informasi baru atau memang sudah tahu sebelumnya?



Simak Video "Progres Dikebut! Jakarta-Bandung Cuma 1 Jam Kian Nyata"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA