Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 15 Sep 2022 14:31 WIB

TRAVEL NEWS

Antrean Warga di Penghormatan Akhir untuk Ratu Elizabeth Capai 4 Km

Members of the public join the queue on Westminster Bridge, as they wait in line to pay their respects to the late Queen Elizabeth II, Lying-in-State in the Palace of Westminster in London on September 14, 2022. - Queen Elizabeth II will lie in state in Westminster Hall inside the Palace of Westminster, from Wednesday until a few hours before her funeral on Monday, with huge queues expected to file past her coffin to pay their respects. (Photo by Odd ANDERSEN / various sources / AFP)
Antrean panjang warga Inggris yang menunggu giliran untuk melihat langsung dan memberi penghormatan terakhir kepada jenazah Ratu Elizabeth II Foto: AFP/ODD ANDERSEN
London -

Warga Inggris rela antre hingga 4km di sepanjang Sungai Thames dan sekitar Westminster Hall, London, Inggris. Mereka berharap bisa memberikan penghormatan terakhir kepada Ratu Elizabeth II.

Seperti dilansir AFP, Kamis (15/9/2022), jenazah mendiang Ratu Inggris itu disemayamkan di Westminster Hall selama lima hari ke depan atau hingga Senin (19/9) pagi pekan depan saat pemakaman kenegaraan digelar.

Westminster Hall rencananya dibuka selama 24 jam setiap harinya. Itu agar publik bisa melihat langsung peti jenazah dan memberikan penghormatan terakhir kepada Ratu Elizabeth II.

Antrean warga itu mencapai sepanjang empat kilometer di bagian luar Westminster Hall. Bangunan itu sangat ikonik sebagai bangunan tertua di kompleks parlemen Inggris. Orang-orang yang ada di bagian depan antrean itu menyebut telah berkemah selama 48 jam terakhir demi mendapat giliran awal.

Vanessa Nanthakumaran (56), asisten administrasi dan berasal dari Sri Lanka, menjadi anggota masyarakat pertama yang memberikan penghormatan untuk jenazah Ratu Elizabeth II. Sementara itu, pelayat lainnya menuturkan situasi di dalam Westminster Hall yang dipenuhi keheningan.

"Di dalam benar-benar tenang dan sangat emosional. Banyak orang menangis, tapi ada keheningan total," tutur Sue Harvey (50) yang telah mendapat kesempatan untuk masuk ke dalam Westminster Hall dan memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Ratu Elizabeth II.

"Dia adalah segalanya yang saya tahu. Saya ingin memastikan saya benar-benar melihatnya, tidak peduli seberapa panjang antreannya," kata dia.

Dalam situasi yang suram, banyak orang yang membungkukkan badan atau memberikan curtsy, memberi hormat dengan menekuk lutut dengan satu kaki berada di depan kaki lainnya, ke arah peti jenazah Ratu Elizabeth II. Beberapa orang lainnya melakukan tanda salib atau melepas topi mereka.

Ada juga yang berdoa ke arah peti jenazah atau menyeka air mata dengan tisu. Dalam momen ini, ada warga yang membawa anak mereka yang masih bayi. Ada juga tentara yang sudah lanjut usia (lansia) yang memberikan sikap hormat terakhir untuk mantan panglima tertinggi mereka.

"Tidak ada yang ingin menunggu, tapi kami merasa bahwa kami berutang sesuatu kepada Ratu karena dia ada di sana sepanjang hidup kami," tutur Andrew Clyde (53) yang secara khusus datang ke London dari Irlandia Utara.

"Saya siap untuk menunggu sepanjang malam jika saya perlu," dia menambahkan.

Jenazah Ratu Elizabeth II disemayamkan dalam seremoni persemayaman kenegaraan (lying in state) di Westminster Hall, setelah sebelumnya dibawa dalam prosesi khidmat dari Istana Buckingham. Sebelum publik diperbolehkan masuk, para anggota parlemen Inggris, termasuk Perdana Menteri (PM) Liz Truss, terlebih dulu memberikan penghormatan terakhir pada jenazah Ratu Elizabeth II.



Simak Video "Pangeran Harry Dikritik Lantaran Tak Nyanyikan 'God Save the King'"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA