Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 16 Sep 2022 06:41 WIB

TRAVEL NEWS

Ayolah Imigrasi, Berubahlah dari Prinsip Mengatur Jadi Melayani

Sandiaga Uno
Foto: Menparekraf Sandiaga Uno (dok. Istimewa)
Jakarta -

Imigrasi disentil Presiden Jokowi karena sering menyulitkan dibanding memudahkan. Menparekraf Sandiaga Uno meminta agar Imigrasi diberi waktu untuk berubah.

Akhir pekan lalu, Presiden Joko Widodo marah besar kepada layanan Imigrasi dari Kemenkumham. Jokowi marah karena sering menerima laporan jelek mengenai kinerja Imigrasi, terutama soal pelayanan visa on arrival (VoA) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas).

"Jadi yang kita lihat dan disampaikan ke saya, banyak, baik dari investor, baik mengenai turis, baik mengenai orang yang ingin dapat Kitas izin tinggal, auranya yang saya rasakan itu, Imigrasi ini masih mengatur dan mengontrol. Sehingga apa? Akhirnya apa? Menyulitkan. Ini yang diubah total, harus," tegas Presiden Jokowi di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (10/9/2022).

Jokowi mengaku sampai merasa malu setiap mendengar keluhan dari Warga Negara Asing (WNA) terkait layanan Imigrasi. Jokowi pun mengancam akan mengganti Dirjen Imigrasi dan seluruh jajarannya apabila mereka tidak bisa kerja memberesi itu semua.

"Saya terus terang dapat suara-suara seperti itu malu juga. Harus berubah total. Kalau perlu, dirjennya ganti, bawahnya ganti semua, biar ngerti bahwa kita ingin berubah. Kalau kita ingin investasi datang, turis datang, harus diubah," kata Jokowi.

Menparekraf Sandiaga Uno meminta semua pihak agar memberi Imigrasi waktu untuk berubah dan berbenah. Perlu waktu untuk mengubah orientasi dari semula mengatur dan mengontrol, menjadi ke melayani masyarakat.

"Mohon diberikan waktu, bapak presiden sudah memberikan arahan. Kami terus memberikan support kami. Teman-teman di Imigrasi dan Kemenkum HAM ini kan mitra dan kami melihat ada semangat untuk mewujudkan apa yang diharapkan oleh bapak presiden, sehingga kita me-reorientasi bukan mengontrol dan mengatur, tapi lebih ke melayani," ujar Sandiaga di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf Jakarta, Kamis (15/9/2022).

"Semangat itu juga nanti akan dibawa rekan-rekan Kemenparekraf di bidang pemasaran, juga destinasi untuk menyesuaikan," pungkasnya.



Simak Video "Menparekraf Jawab Isu Larangan Konser hingga Akhir Desember 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA