Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 21 Sep 2022 12:40 WIB

TRAVEL NEWS

Alasan Rental Motor di Bali Cuma Layani Bule: Turis Lokal Lebih 'Nakal'

Tim detikBali
detikTravel
Tempat penyewaan motor (rental bike) di Jalan Bakung Sari, Kuta, Badung
Foto: Rental motor di Bali (Triwidiyanti/detikcom)
Badung -

Ada traveler yang curhat merasa didiskriminasi karena tempat rental motor di Bali cuma mau layani bule, bukan turis lokal. Alasannya, turis lokal lebih 'nakal'.

Usaha jasa penyewaan atau rental motor di Bali tengah menjadi sorotan lantaran beberapa pemilik rental lebih memilih melayani turis asing dibandingkan turis lokal. Bukan tanpa alasan, salah satu pemilik rental mengungkap turis lokal lebih diwaspadai daripada WNA karena mereka banyak yang 'nakal'.

"Nakal dalam artian ada kemungkinan motornya kita akan dibawa lari," ujar Wayan Suarsana pemilik rental bike Kobonk Jaya, di Jalan Bakung Sari, Kuta, Badung kepada detikBali akhir pekan lalu.

Pada tahun 2012, Wayan Suarsana menceritaan bahwa motor Vario miliknya pernah hilang dan dibawa kabur oleh penyewa dari tamu lokal.

"Tapi saya nggak cari ribet ya. Sudah dibiarkan saja toh saya beli second. Jadi nggak rugi amat," bebernya.

Itulah yang menjadi alasan dirinya kini berhati-hati pada turis lokal. Meski demikian, sebenarnya beberapa penyewa turis asing juga pernah membawa kabur motornya.

Namun, motornya itu ditinggal begitu saja di Pelabuhan Padangbai dan turis asing tersebut pergi ke Lombok.

"Itu dia tinggal di Padang Bai," ucapnya.

Pria yang sudah menekuni usaha rental motor selama 35 tahun ini, menegaskan bahwa perilaku dan tampang sangat mempengaruhi dirinya dalam memberikan kepercayaan kepada tamunya.

"Yang jelas penampilannya kurang meyakinkan berarti saya nggak kasih sewa. Misalnya dia tinggal di mana, ternyata dia ngekos kalau lokal saya nggak kasi," tegasnya.

Sebenarnya tak hanya turis lokal, ia pun mengungkap bahwa tamu-tamu asing yang berasal dari negara Eropa patut dicurigai. Terlebih jika turis asal Eropa yang belum punya tempat tinggal.

"Ya mereka datang bawa ransel baru turun dari bandara itu kan mereka belum punya tempat tinggal," ujarnya.

Sehingga lama tinggal atau long stay tamu pun menjadi perhatiannya.

"Apakah dia long time stay atau short stay, kita harus tau tapi kalau yang ransel itu dari Eropa saya gak kasih karena apa dia gak jelas tinggalnya di mana," ungkapnya.


----

Artikel ini telah naik di detikBali dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "4 Tindak Lanjut Grab Usai Kasus Calon Mitra Tuli Alami Diskriminasi"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA