Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 22 Sep 2022 13:45 WIB

TRAVEL NEWS

Viral soal Catcalling, Gili Trawangan Seharusnya Aman buat Traveler Perempuan

Femi Diah
detikTravel
Ilustrasi wisata ke Gili Trawangan.
Ilustrasi wisata Gili Trawangan (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Wisatawan perempuan Mia Earliana menyampaikan klarifikasi soal catcalling atau pelecehan verbal saat liburan di Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Curhatan di video sebelumnya sama sekali tidak bermaksud menjelek-jelekkan wisata Gili Trawangan.

Wisatawan perempuan itu menjadi sorotan setelah curhat di akun TikTok @miaerliana. Dia menyebut telah mendapatkan pelecehan verbal saat liburan di Gili Trawangan.

Video itu menjadi viral. Bukan hanya mendapatkan reaksi dari netizen, tetapi masyarakat yang mengatasnamakan diri Koalisi Advokat Lombok Utara juga turut merespons. Koalisi itu melaporkan Mia ke Polda NTB.

Mendapatkan respons pro dan kontra, Mia memilih untuk membatasi video curhat itu. Dalam video klarifikasinya, Mia menegaskan video itu tidak dihapus.

"Sekali lagi aku mau minta maaf kepada masyarakat Lombok dan khususnya pemerintah daerah. Aku tidak bermaksud menjelek-jelekkan, tetapi hanya membagikan pengalaman saat berlibur ke sana," ujar Mia dalam videonya.

"Dan, sekali lagi buat yang liburan ke sana enggak usah khawatir. Aku, melalui kuasa hukumku, sudah bicara langsung dengan bapak bupati KLU dan telah membicarakan hal ini. Kalian enggak perlu khawatir karena pemerintah daerah sudah mengusut tuntas dan menangani hal ini. Dan pulaunya sebagus itu dan diving spotnya bagus banget," dia menambahkan.

Mia sekaligus menyampaikan terima kasih atas gerak cepat pemerintah daerah dan pemerintah pusat menangani curhatannya itu.

Sebelumnya, Mia sempat merasa tidak nyaman dengan komentar yang membanjiri videonya di TikTok.

"Videonya ini bukan aku delete tapi aku private, karena ada beberapa pihak yang hubungi aku. Pemda juga sudah bertindak dan usut tuntas kejadian yang aku alami. Aku private karena ini aku tidak mau berlarut-larut sementara pemerintah sana sudah bertindak," ujar dia lagi.

"Mereka sudah mulai fokus memperbaiki apa yang harus diperbaiki untuk menjaga Gili Trawangan. Aku tidak menjelekkan, aku hanya speak up apa yang aku alami ketika aku berada di sana, begitu. Untuk nama vila-nya aku enggak bisa spill karena ada undang-undang ITE dan aku hanya akan sebut vilanya kalau diperlukan investasi lebih lanjut dan tidak di publik," dia menambahkan.

"Agar mereka tindak vila itu. Bukti-bukti ada di aku semua ada, bookingan, dan segala macamnya," ujar dia.

Mia berharap kejadian serupa tidak terulang di Gili Trawangan. Dia yakin, sejatinya Gili Trawangan aman buat turis perempuan.

"Aku berterima kasih untuk yang menghubungi aku secara baik-baik dan tidak men-judge dari satu sisi. Terima kasih juga pada Pemerintah Lombok yang cepat dan tanggap langsung mengusut tuntas kejadian ini sehingga ke depan tidak terulang kembali dan turis lokal perempuan menjadi lebih nyaman ketika liburan pulau ke Gili Trawangan," ujar dia.

"Aku mohon maaf ke pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan video aku sebelumnya. Karena di sini aku hanya ingin bercerita jujur tentang apa yang aku alami kemarin saat liburan ke sana," dia menambahkan.

"Semoga bisa lebih berlapang dada dan menerima video aku sebagai pembelajaran untuk ke depannya agar pariwisata menjadi lebih baik," kata dia lagi.



Simak Video "Ganasnya Si Jago Merah Lahap 40 Kamar Hotel di Gili Trawangan"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA