Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 23 Sep 2022 14:05 WIB

TRAVEL NEWS

Omed-omedan, Tradisi Cium-ciuman khas Bali yang Fenomenal

Tim detikBali
detikTravel
Tradisi Omed-omedan di Banjar Kaja, Desa Sesetan, Denpasar.
Foto: Tradisi Omed-omedan di Bali (Disparda Bali)
Denpasar -

Bali punya tradisi yang unik. Salah satunya yaitu Omed-omedan, dimana pemuda-pemudi desa saling berciuman. Sebenarnya, bagaimana makna tradisi ini? Simak yuk!

Tradisi Omed-omedan biasa digelar di Desa Sesetan, Denpasar, Bali. Tradisi ini selalu menarik perhatian wisatawan. Tradisi ini cukup unik lantaran ratusan pemuda (teruna dan teruni) di desa itu akan saling berciuman.

Menurut tulisan I Nyoman Jayanegara dalam Jurnal Bali Membangun Bali (Volume 2 Nomor 2, Agustus 2019), tradisi ini awalnya dikenal dengan nama Med-medan. Pada tahun 2000-an nama tradisi ini disempurnakan menjadi Omed-omedan.

Omed-omedan bukanlah ajang untuk mengumbar nafsu birahi. Warga Sesetan memaknai tradisi tersebut sebagai upaya untuk memperkuat rasa asah, asih, dan asuh antar warga, khususnya warga Banjar Kaja, Desa Sesetan.

Adapun omed-omedan dalam bahasa Indonesia berarti tarik-menarik. Tradisi Omed-omedan di Sesetan biasanya digelar saat ngembak gni atau sehari setelah perayaan Hari Raya Nyepi. Mereka yang terlibat dalam Omed-omedan adalah para anak muda berusia 17-30 tahun di desa tersebut.

Prosesi Pelaksanaan Omed-omedan

Sebelum Omed-omedan digelar, para peserta melakukan sembahyang bersama di pura. Acara kemudian dilanjutkan dengan pementasan Barong Bangkung. Setelah itu, barulah kelompok peserta memasuki pelataran Pura.

Omed-omedan dimulai dengan dua kelompok, yaitu kelompok laki-laki dan perempuan. Kelompok laki-laki dan perempuan pun dibuat saling berhadapan. Musik gamelan pun dimainkan. Beberapa saat kemudian, seorang petua desa memberikan aba-aba agar kedua kelompok saling mendekat.

Tradisi Omed-omedan di Banjar Kaja, Desa Sesetan, Denpasar.Tradisi Omed-omedan di Banjar Kaja, Desa Sesetan, Denpasar. Foto: (dok. Disparda Bali)

Saat itulah para peserta Omed-omedan dari masing-masing kelompok saling gelut (peluk), kemudian diman (cium), lalu siam (disiram air). Sementara itu peserta lainnya ngedengin alias tarik menarik.

Omed-omedan, saling kedengin, saling gelutin. Diman-diman...

Omed-omedan, besik ngelutin, ne len ngedengin. Diman-diman...

Demikian penggalan lirik lagu yang dinyanyikan para teruna (pemuda) dan teruni (pemudi) Desa Sesetan saat Omed-omedan digelar.

Selanjutnya: Asal Usul Tradisi Omed-omedan

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Rebo Wekasan, Tradisi Warisan Zaaman Sunan Giri"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA