Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 27 Sep 2022 17:08 WIB

TRAVEL NEWS

Jelang Piala Dunia Qatar 2022, Hotel Mulai Mahal dan Langka

A general view shows the Lusail Stadium, the 80,000-capacity venue that is to host this years World Cup final, on the outskirts of Qatars capital Doha on August 11, 2022. - Al Rayyan and Al Arabi will dispute a Qatar Stars League game today at the Lusail stadium. (Photo by MUSTAFA ABUMUNES / AFP) (Photo by MUSTAFA ABUMUNES/AFP via Getty Images)
Salah satu stadion di Qatar (Foto: Mustafa Abumunes/AFP/Getty Images)
Jakarta -

Ketersediaan hotel di Piala Dunia Qatar 2022 dikhawatirkan oleh fans sepak bola. Diketahui bahwa kamar-kamar di sana sudah melonjak selama perhelatan akbar itu.

Hal itu diceritakan oleh Paul Clegg yang telah mengikuti Piala Dunia selama 25 tahun terakhir. Dan ke depan ia akan mendukung penuh Inggris dengan tetap tinggal di sana sampai final, jika terus lolos.

Satu-satunya tantangan baginya adalah dia tidak yakin di mana akan tidur untuk selama turnamen berlangsung. Ia baru memesan kamar untuk empat hari dan itu sudah sangat mahal.

"Saya baru saja memesan kamar untuk empat malam pertama dan saya membayar mahal untuk itu. Saya belum menemukan pilihan dengan harga terjangkau, jadi saya tidak yakin di mana saya akan tinggal setelah itu," katanya.

Paul tidak sendirian dalam perjuangannya. Ribuan orang lainnya menghadapi masalah yang sama.

BBC melansir, pihaknya sudah mewawancarai lebih dari dua lusin penggemar yang masih belum berhasil memesan akomodasi apa pun. Dengan kurang dari dua bulan lagi, kekhawatiran mereka semakin meningkat.

Piala Dunia diharapkan menarik lebih dari satu juta pengunjung. Tapi pada bulan Maret, Qatar hanya memiliki 30.000 kamar hotel, 80% di antaranya telah dipesan oleh FIFA untuk tim sepak bola, ofisial, dan sponsor.

Untuk meningkatkan pilihan akomodasi, penyelenggara menawarkan kamar bersama di apartemen kosong, vila, desa-desa, dan tenda bergaya tradisional di padang pasir.

Dua kapal pesiar sedang diubah menjadi hotel terapung yang akan ditambatkan di pelabuhan Doha. Semua langkah ini diharapkan dapat menambah hingga 70.000 kamar.

Dalam sebuah pernyataan, Komite Tertinggi untuk Pengiriman & Warisan negara itu mengatakan negara teluk akan menyiapkan hingga 130.000 kamar pada waktunya untuk turnamen. "Ini adalah inventaris yang nyaman untuk penggemar, tim, dan sponsor yang bepergian ke Piala Dunia FIFA Qatar 2022," tambahnya.

Terlepas dari pengumuman ini, pilihan akomodasi darat di Qatar sedikit dan mahal. Kabin yang diperbaiki di desa-desa yang dibangun di gurun di pinggiran Doha dijual sebagai pilihan hotel bujet. Akomodasi itu dihargai USD 207 (Rp 3,2 juta) per malam dan banyak penggemar mengatakan bahwa itu tidak sepadan dengan uangnya.

Qatar adalah negara terkecil berdasarkan ukuran daratan yang pernah menggelar Piala Dunia.

Negara ini dilaporkan telah menghabiskan USD 200 miliar sejak memenangkan tawaran untuk menjadi tuan rumah turnamen pada tahun 2010. Dana itu digunakan untuk membangun infrastruktur dan stadion.

Periode tersibuk akan menjadi babak penyisihan grup, ketika empat pertandingan sehari akan dimainkan di stadion indoor dan sekitar Doha.

Badan sepak bola, FIFA, mengatakan hampir 2,5 juta dari kemungkinan 3 juta tiket telah terjual. Dan akan ada 1,2 juta orang atau setara dengan hampir 40% populasi Qatar, diperkirakan akan berkunjung.



Simak Video "Kemewahan & Kontroversi Hari Pertama di Qatar"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA