Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 28 Sep 2022 23:00 WIB

TRAVEL NEWS

Ancaman Putin Takkan Hentikan Umat Yahudi Ziarah ke Ukraina

Ultra-Orthodox Jewish men arrive at the Israels Ben Gurion airport near the coastal city of Tel Aviv on September 9, 2021, after spending the Rosh Hashanah (Jewish New Year) celebrations in the central Ukranian town of Uman, as part of an anual pilgrimage to the gravesite of Rabbi Nachman, an 18th-century Jewish luminary. (Photo by JACK GUEZ / AFP) (Photo by JACK GUEZ/AFP via Getty Images)
Foto: Ilustrasi umat Yahudi (AFP via Getty Images/JACK GUEZ)
Kiev -

Ancaman Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk mengerahkan lebih banyak pasukan militer ke Ukraina tidak akan menghentikan umat Yahudi untuk tetap datang berziarah ke Ukraina.

"Orang-orang bertanya, kamu akan tetap pergi ke sana?," kata Avi Esses, warga Yahudi yang tinggal di Long Island, Amerika Serikat. Avi pun mengiyakan. "Putin bisa melakukan apapun, tapi itu tidak akan membuat saya bergeming," tegas Avi.

Setiap tahun, tepat sebelum perayaan Tahun Baru Yahudi Rosh Hashanah, Avi dan ribuan umat Yahudi lainnya, akan datang ke Ukraina. Mereka akan berziarah dan berdoa di depan makam Rabbi suci mereka, Rabbi Nachman yang berasal dari kota Breslov.

"Saya tidak mencari masalah. Saya hanya ingin berdoa dan mengisi kembali baterai spiritualitas saya selama setahun ke depan, kemudian pulang ke rumah," ujar ayah dari 4 orang putra ini.

Sudah 14 tahun berturut-turut Avi pergi berziarah ke Ukraina. Di Ukraina, Avi dan umat Yahudi lainnya berbondong-bondong pergi ke kota Uman, dimana makam Rabbi mereka berada.

Di Uman, berdiri situs pemakaman Hasidic yang sudah ada sejak abad ke-18. Setiap tahunnya, tak kurang 50.000 umat Yahudi datang ke sini untuk berziarah dan berdoa.

Yoev Glick dan kedua orang putranya juga telah merencanakan perjalanan ke Ukraina. Biasanya, mereka akan naik pesawat dari New York ke Kiev, baru naik mobil ke Uman.

Namun sekarang, mereka harus mendarat dulu di Krakow, Polandia lalu naik taksi ke perbatasan Ukraina, baru mencari mobil yang mau mereka tumpangi untuk ke Uman.

"Tidak mudah pergi ke sana dan butuh banyak uang. Istri saya sedikit ketakutan, tapi dia tahu keluarga kami sangat religius. Dia tahu itu," kata Glick yang sudah 10 tahun ke belakang selalu ziarah ke Ukraina.

Departemen Luar Negeri AS sendiri sudah mengeluarkan Travel Advisory dan mewanti-wanti agar warga mereka tidak pergi ke Ukraina. Kalaupun mereka ngotot, mereka harus sudah siap dengan segala konsekuensinya. Kementerian Luar Negeri Israel juga mengeluarkan imbauan serupa.

"Tolong, hindari berkunjung ke Uman di hari Rosh Hashanah dan berdoalah supaya kedamaian akan kembali ke Ukraina," ujar kementerian itu di media Times of Israel.



Simak Video "Perintah Putin Mobilisasi 300 Ribu Militer ke Ukraina!"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA