Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 01 Okt 2022 14:26 WIB

TRAVEL NEWS

Pemerintah China Wajibkan Karantina 14 Hari Untuk Pendatang Asing

Yasmin Nurfadila
detikTravel
Kamar Deluxe Ocean View Double di Aston Anyer Beach Hotel
Ilustrasi kamar hotel untuk karantina. Foto: Aston Anyer Beach Hotel
Jakarta -

China belum membuka bordernya sepenuhnya. Negeri Panda membuka gerbang internasional untuk pelajar dan pebisnis asing dengan aturan ketat.

Hingga saat ini, China menjadi salah satu negara yang masih membatasi secara ketat jalur masuk ke negaranya. Selain warga negaranya, baru pelajar asing serta pemegang izin bisnis resmi yang diperbolehkan masuk ke negaranya.

Meski sudah mulai membuka bordernya secara perlahan, namun aturan protokol kesehatan tetap diterapkan dengan sangat ketat. Mereka yang berhasil masuk ke China pun perlu melalui serangkaian protokol dan mematuhi banyak aturan.

Selain melakukan karantina serta tes PCR sebanyak dua kali sebelum keberangkatan, pendatang asing juga diharuskan untuk melalui hal serupa setibanya di China.

Salah satu yang membagikan pengalaman perjalanan ke China ini adalah seorang mahasiswa asal Indonesia bernama Franciscus Ario. Ia membagikan pengalamannya melalui sebuah video yang ia unggah ke TikTok.

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa setelah tiba di China para pendatang asing perlu menunjukkan bukti hasil negatif PCR dari negara asal serta melakukan tes PCR kembali di bandara.

Kemudian setelah proses di bandara selesai, traveler masih perlu menjalani karantina panjang selama 14 hari.

"Hotel tersebut untuk karantina. Kita akan karantina selama 14 malam. Bisa 7 malam di tempat mendarat dan 7 malam di hotel yang telah ditentukan oleh sekolah seperti saya. Kebetulan sekolah saya memilki hotel sendiri jadi kami karantina 7 malam di hotel sekolah," kata Franciscus Ario saat dihubungi detikTravel, tengah pekan lalu.

Ario yang melakukan penerbangan pada 21 September itu masih berada dalam masa karantinanya saat dihubungi detikTravel melalui sosial media. Saat dihubungi, ia baru saja berpindah dari hotel tempat karantina ke hotel sekolahnya.

Mengenai lokasi karantina dan lamanya waktu ini Ario menuturkan bahwa peraturan tersebut sebenarnya tergantung pada aturan provinsi masing-masing. Juga tergantung pada alur perjalanan yang ditempuh oleh para pendatang.

"Tergantung aturan provinsi masing-masing. Kebetulan saya harus karantina 7 malam di hotel yang ditunjuk oleh pemerintah kota tempat saya mendarat (Hangzhou) dan 7 malam di hotel sekolah. Kalau misalnya langsung sampai di kota tujuan, harus menjalani karantina selama 10 malam di hotel yang ditunjuk oleh pemerintah dan 4 malam di hotel yang ditunjuk oleh sekolah," ujarnya.



Simak Video "Berburu Kuliner dan Oleh-oleh Unik dan Lucu di China Town, Singapura"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/fem)
BERITA TERKAIT