Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 05 Okt 2022 08:17 WIB

TRAVEL NEWS

Mata Uang Lira Anjlok, Turis-turis Seperti Ketiban Rezeki Nomplok

Situasi Jalanan Kota Istanbul yang dipenuhi wisatawan
Foto: Jalanan Istanbul padat wisatawan (Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)
Istanbul -

Mata uang Lira Turki anjlok parah melawan Dollar Amerika Serikat. Namun, fenomena ini malah membuat wisatawan senang karena liburan mereka jadi lebih murah.

Dari pantauan detikTravel, jalanan kota Istanbul, terutama di kawasan padat wisatawan seperti di sekitar Galata Tower, terpantau padat merayap pada akhir pekan lalu. Tak terhitung berapa banyak wisatawan yang lalu lalang di destinasi tersebut.

Fenomena banyaknya wisatawan asing yang memadati Turki ini dibenarkan oleh Yavuz Sezen, pemandu wisata yang menemani perjalanan detikTravel. Fenomena ini menurut Yavuz mulai terjadi tahun lalu, tepatnya bulan September 2021.

"Ini sudah berlangsung sejak tahun lalu, ya sekitar bulan September. Sebelumnya? Sama sekali tidak ada orang di sini. Zero," ujar Yavuz kepada detikTravel.

Yavuz menyebut anjloknya mata uang Lira ada pengaruh juga dalam membeludaknya jumlah wisatawan yang liburan ke Turki. Namun fenomena itu memiliki dua sisi mata uang.

"Di satu sisi, kami senang karena ada banyak wisatawan. Tapi di sisi lain, dari segi kualitas, agak menurun," Yavuz menambahkan.

Situasi Jalanan Kota Istanbul yang dipenuhi wisatawanSituasi Jalanan Kota Istanbul yang dipenuhi wisatawan Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Menurut Yavuz, meski turis-turis yang datang liburan ke Turki sekarang terhitung banyak, namun secara spending mereka masih kalah dengan turis-turis sebelumnya. Para turis ini hanya mengincar harga liburan murah di Turki.

"Ya, murah memang berpengaruh besar. Kebanyakan dari mereka ke Turki karena mengincar murahnya saja. Ini seperti dua sisi mata uang," ujar Yahuz.

Situasi Jalanan Kota Istanbul yang dipenuhi wisatawanSituasi Jalanan Kota Istanbul yang dipenuhi wisatawan Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Kebanyakan turis ini datang dari negara-negara Timur Tengah. Namun yang jumlahnya paling meningkat adalah turis dari Amerika Selatan.

"Sekarang yang paling banyak Amerika Selatan. Timur Tengah juga banyak, turis dari negara-negara Arab banyak pergi ke Turki untuk berlibur. Tentu saja karena murah," kata Yavuz.



Simak Video "Gempa M 5,9 Guncang Turki, 68 Orang Terluka"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA