Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 05 Okt 2022 22:04 WIB

TRAVEL NEWS

Raja Salman dan Putra Mahkota MbS Turut Berduka dengan Tragedi Kanjuruhan

Femi Diah
detikTravel
FILE - In this photo released by Saudi Press Agency, SPA, Saudi King Salman, chairs a video call of world leaders from the Group of 20 and other international bodies and organizations, from his office in Riyadh, Saudi Arabia, on March 26, 2020. Saudi King Salman is expected to speak Wednesday, Nov. 11, 2020, in an annual (virtual) address he gives to the nation about policy priorities for the coming year. (Saudi Press Agency via AP)
Foto: Saudi Press Agency via AP
Jakarta -

Tragedi Kanjuruhan turut membetot perhatian Raja Salman dan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS). Mereka mendoakan para korban dalam peristiwa yang menewaskan 131 orang itu.

"Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan rakyat Indonesia," ujar Raja Salman, seperti dikutip Arab News, Rabu (5/10/2022).

"Semoga Tuhan memberikan kesembuhan kepada korban yang terluka dan melindungi rakyat Indonesia dari segala marabahaya," Raja Salman menambahkan.

Senada, MbS mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada korban tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur itu. Dia juga mendoakan agar korban terluka dalam tragedi itu segera pulih.

Tragedi Kanjuruhan menjadi sejarah buruk sepakbola Indonesia. Ratusan korban jiwa berjatuhan usai pertandingan BRI Liga 1 2022 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam WIB.

Tragedi diawali dari invasi suporter Arema ke lapangan, untuk memprotes pemain serta official tim yang kalah 2-3 dari Persebaya. Kemudian, suporter coba dipukul mundur keluar lapangan, dengan salah satunya ditembaki gas air mata.

Massa lantas berdesak-desakan keluar dari stadion. Di tengah kepanikan itu, banyak penonton mengalami sesak napas, terjatuh, dan terinjak-injak hingga tewas.

Namun menurut Komnas HAM yang melakukan investigasi Tragedi Kanjuruhan selama tiga hari terakhir, Komnas HAM mendapatkan keterangan yang sinkron antara Aremania dengan pemain Arema FC.

Keterangan sinkron yang dimaksud Komnas HAM adalah tujuan Aremania turun ke lapangan adalah untuk menyemangati para pemain Arema. Komnas HAM menyampaikan, baik pemain maupun Aremania membantah adanya serangan penonton ke pemain.

"Ini yang sangat penting yang kami telusuri detail pendalamannya, adalah soal konstruksi kronologi peristiwa di saat pasca peluit berakhir. Jadi kan selama ini ada beberapa di awal-awal dikembangkan bahwa kericuhan atau kekerasan terjadi ketika suporter merangsek ke lapangan," ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam lewat video berjudul 'Update Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM atas Peristiwa Kemanusiaan Stadion Kanjuruhan' yang diunggah Humas Komnas HAM RI, Rabu (5/10/2022).



Simak Video "Survei Siapa Paling Bertanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan: Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA