Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 19 Okt 2022 17:02 WIB

TRAVEL NEWS

Daratan Pesisir Utara Banten Sudah Hilang Lebih dari 1 Km!

Syanti Mustika
detikTravel
Kawasan Lontar, Kabupaten Serang
Pesisir Lontar, Kabupaten Serang(Syanti/detikcom)
Serang -

Climate Central memprediksi daratan pesisir utara Banten akan hilang di tahun 2030. Perlu kamu tahu, Banten sudah kehilangan lebih 1 Km daratan dari dulunya.

Bila kamu ke pesisir utara Banten dan melihat kondisi wilayah di sana, kamu akan kaget karena tidak ada pantai. Permukiman langsung berhadapan dengan laut. Konon, daratan di sana sudah hilang lebih 1 Km.

"Pada tahun 1998 saya ingat betul, kita datang ke garis pantai Utara kabupaten Serang mulai dari Tirtayasa sampai dengan perbatasan kabupaten Tangerang dan kita dengar dari masyarakat seperti di Lontar ada yang cerita kalau garis Pantai Lontar itu dulu satu kilometer ke depan (ke arah laut). Jadi ada lapangan bola, ada tambak, ada segala macam yang mendukung kegiatan sosial masyarakat yang saat kita datang sudah tidak ada. Sudah hilang," ungkap Rahadian, Direktur Eksekutif LSM Rekonvasi Bhumi kepada detikTravel.

"Jadi itu jauh sebelum kondisi hari ini. Jadi kalau kondisi hari ini parah jadi wajar saja karena pada saat tahun 1998 saja ada 1 km garis pantai yang sudah hilang," tambahnya.

Kawasan Lontar, Kabupaten SerangKawasan Lontar, Kabupaten Serang Foto: (Syanti/detikcom)

Cerita yang sama juga dikatakan oleh Ropin, warga sekaligus penggiat mangrove di Lontar. Dia juga bercerita tentang daratan yang hilang di wilayahnya.

"Ini yang hilang karena abrasi ada sekitar 2 hektar. Sebelum menanam mangrove, saya mencoba menanam tanaman lain, namun selalu gagal," katanya.

Dalam catatan DLHK Banten terdapat sebuah dokumen yang menampilkan perubahan garis pantai di Kabupaten Serang. Menggunakan Google Earth, mereka menyebutkan dalam rentang waktu 1984-2016, luas daratan yang hilang mulai dari 500 meter, 800 meter, hingga 1.300 meter. Berarti selama 32 tahun daratan yang hilang cukup luas.

Risna Rahayu, Subkordinator Pengelolaan Ruang Laut dan Pesisir Provinsi Banten juga mengatakan bahwa dia juga mendengar cerita warga yang rumahnya sekarang berada di tengah laut.

"Warga pasti tahu karena mereka yang mengalami dan saya melihat langsung bagaimana rumah yang tadi adanya di pinggir pantai, sekarang rumah itu ada di tengah laut. Dan masyarakat sudah tahu dan jika pun saya ke sana mereka akan bilang rumah saya dulu di sana, yang dulunya rumah sudah menjadi laut," katanya.

Kawasan Lontar, Kabupaten SerangKawasan Lontar, Kabupaten Serang Foto: (Syanti/detikcom)

Risna juga mengatakan bahwa pesisir utara Banten memang rawan dengan abrasi sejak dulu. "Kalau dilihat memang wilayah utara Provinsi Banten memang rawan abrasi, tapi abrasi tersebut telah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Selain abrasi juga terjadi akresi hingga ada juga wilayah baru yang timbul," tutupnya.



Simak Video "Potret Pilu Pantai di Pesisir Banten yang Kini Jadi Kubangan Lumpur"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA