Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 05 Nov 2022 17:46 WIB

TRAVEL NEWS

Canggu Macet, Warlok Hingga Turis Pilih Lewat Pematang Sawah

Triwidiyanti
detikTravel
Jalur di pematang sawah kawasan Canggu yang berbatasan dengan Umalas, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali digunakan oleh para pengendara motor baik lokal maupun asing. Foto: Triwidiyanti
Jalur pematang sawah yang jadi jalan pintas untuk hindari kemacetan di jalur utama Canggu. Foto: Triwidiyanti/detikBali
Badung -

Ada lagi yang viral dari Bali, kali ini ramai diperbincangkan mengenai jalur pematang sawah di kawasan Canggu yang jadi pilihan warlok hingga turis.

Jalur pematang sawah di kawasan Canggu yang berbatasan dengan Umalas, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali tampak dilalui banyak kendaraan roda dua.

Berdasarkan pantauan detikBali di lokasi, Sabtu (5/11/2022), jalur ini tak hanya digunakan oleh warga lokal (warlok). Para turis asing pun ikut menggunakan jalur ini.

Berdasarkan kabar yang beredar, disebutkan bahwa jalur ini dipilih untuk menghindari kemacetan di jalur utama Jalan Pantai Berawa. Menurut warga jalur ini merupakan akses terpendek (shortcut) dari Umalas menuju Subak Sari, Berawa.

Jalur yang membelah persawahan ini diperkirakan lebarnya tak lebih dari satu meter dengan panjang sekitar 500 meter. Kondisi jalur ini pun terbilang seadanya karena hanya diaspal dengan sederhana.

Jika pengendara masuk dari Subak Sari, Berawa, jalan masuknya masih cukup lebar. Namun kemudian menyempit dan hanya bisa dilalui satu kendaraan.

Untuk melintasi jalur pintas ini, para pengendara harus ekstra hati-hati. Sebab jalan aspal yang ada hanya cukup untuk satu motor. Jadi ketika berpapasan maka salah satu harus ada yang mengalah.

Diperkirakan jalur pematang sawah Canggu lebarnya tidak lebih dari satu meter dengan panjang kurang lebih hanya 500 meter. Kondisi jalan di jalur ini hanya diaspal dengan sederhana. Foto: TriwidiyantiPematang sawah yang jadi jalan pintas untuk menghindari kemacetan jalur utama di kawasan Canggu. Foto: Triwidiyanti/detikBali

Selain itu terdapat perbedaan tinggi antara jalan yang diaspal dengan tanah. Sehingga salah langkah sedikit saja, maka dapat menyebabkan kemacetan atau bahkan pengendara bisa jatuh ke sawah.

Sementara itu jika masuk dari Umalas, Kerobokan, akan disambut dengan jalur yang bagus dan luas hingga cukup untuk mobil. Meski begitu, mobil tetap tidak akan bisa melintas karena di ujung jalan terdapat larangan untuk mobil.

Di depan jembatan terpampang pengumuman sederhana untuk mobil bertuliskan "Stop mobil di depan jalan sempit".

Viral jalur di pematang sawah kawasan Canggu yang berbatasan dengan Umalas, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali digunakan oleh para pengendara motor baik lokal maupun asing. Foto: TriwidiyantiViral jalur di pematang sawah kawasan Canggu yang berbatasan dengan Umalas, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali digunakan oleh para pengendara motor baik lokal maupun asing. Foto: Triwidiyanti Foto: Triwidiyanti

I Wayan Roja (80) warga Umalas, Kerobokan mengungkap dirinya sering melewati jalur ini dengan sepeda tuanya. Ia saat ditemui detikBali hendak menemui anaknya yang kini tinggal di Batu Belig.

Ia mengaku cuek dengan banyaknya pengendara motor sementara ia hanya dengan sepedanya.

"Ya (kalau jalan) nanjak ya saya turun, saya tuntun jalan kaki " katanya.

Jalur ini disebutnya tidak punya nama, namun sudah ada sejak dahulu dan dulunya jalan ini belum diaspal.

"Jalur ini namanya belum ada tapi yang mengaspal ya warga Tunon," katanya.

Ia mengaku tidak masalah dengan pengendara motor lainnya, hanya saja kalau sampai macet ia tidak bisa lewat. Tidak sedikit, kata Roja banyak jatuh di jalan tersebut.

"Harapan saya jalan di sini diperbaiki dibuat lebih lebar agar sedikit yang jatuh," pinta Roja.

Sementara, Arif Zaenal (29) warga Denpasar yang bekerja sebagai supir ojek online menyebut bahwa perlu kesabaran ekstra untuk melewati jalur tersebut. Arif juga mengakui banyak ojek online lainnya yang memanfaatkan jalan pintas ini.

"Soalnya dekat banget dan kita tidak perlu memutar kan jauh apalagi kena macet," ungkap Arif.

Jika Arif mendapat orderan dari wilayah Berawa, Batu Belig, dan Canggu, otomatis dia mencari jalur alternatif yang dapat mempersingkat waktu. Ia kemudian mengeluhkan bahwa di Canggu sudah sangat over kendaraan lantaran tingginya minat turis dan warga yang ke Canggu.

"Canggu sudah penuh, banyak orang ke sana. Ya mudah-mudahan diberi solusi kalau untuk diperbaiki nggak tau, harapan saya sih direkayasa, waktu yang kemarin ini menurut saya tidak berpengaruh," tandas Arif.

Artikel ini telah tayang di detikBali.



Simak Video "Pulau Buru, Sumber Mata Air Unik yang Berkhasiat Menyembuhkan Segala Macam Penyakit, Kepulauan Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/ysn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA