Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 16 Nov 2022 13:03 WIB

TRAVEL NEWS

Kasihan Bhutan, Niat Mau Untung Malah Buntung

bonauli
detikTravel
Pemandangan di Trans Bhutan Trail
Bhutan (Trans Bhutan Trail )
Thimpu -

Setelah masa pandemi, Bhutan mengenalkan tarif baru untuk turis yang mau liburan ke sana. Tapi ternyata, kebijakan ini bikin turis malas ke sana.

Dilansir dari North East Now, Rabu (16/11/2022) sebelum pandemi, turis yang mau liburan ke Bhutan harus membeli paket wisata, mirip dengan Korea Utara. Bhutan membuka kembali perbatasannya untuk turis pada tanggal 23 September dengan kebijakan baru.


Turis internasional yang masuk ke sana harus membayar USD 200 per malam atau sekitar Rp 3,1 juta. Sementara untuk turis dari India Rs 1.200 atau Rp 200 ribu per malam.

Sumber resmi mengatakan bahwa kebijakan ini membuat jumlah wisatawannya menurun.

"Ada penurunan yang signifikan pada turis India setelah pemerintah Bhutan mengenakan biaya pembangunan berkelanjutan yang setinggi langit pada pengunjung. Biaya tinggi telah menghalangi banyak turis India untuk bepergian ke negara itu," kata seorang pejabat pemerintah Bhutan, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Bhutan mendapatkan kunjungan turis tertinggi dari India. Pada tahun 2020 saja, dari 29.812 turis yang datang ke Bhutan, sekitar 22.298 berasal dari India. Sebagian besar turis India memasuki Bhutan melalui perbatasan darat dan mereka harus membayar biaya tambahan kepada pemandu.

Menurut data Tourism Council of Bhutan (TCB), sekitar 315.600 wisatawan berkunjung pada 2019, dengan pengunjung menyumbang rata-rata sekitar $84 juta setiap tahun untuk perekonomian selama tiga tahun sebelum pandemi melanda.

Data TCB lebih lanjut menunjukkan, sebelum pandemi, sekitar 3.000 turis biasanya mengunjungi negara itu untuk melihat festival Thimphu Tshechu yang terkenal dimulai pada minggu terakhir bulan September.

Negara tersebut memutuskan untuk membuka kembali perbatasannya pada 23 September tahun ini, karena bertepatan dengan festival tiga hari tersebut.

Namun, negara tersebut gagal mendapatkan kunjungan turis yang ditargetkan selama festival berlangsung.

Turis yang memasuki Bhutan melalui perbatasan darat harus memiliki panduan wajib ketika pengunjung meninggalkan kota perbatasan, ini juga salah satu alasan di balik menurunnya jumlah kunjungan turis.



Simak Video "Jokowi Prediksi Awal Februari Bunaken Dibanjiri Turis China "
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Adu Perspektif
×
Janji Politik Lama, Bersemi Kembali
Janji Politik Lama, Bersemi Kembali Selengkapnya