Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 16 Nov 2022 19:34 WIB

TRAVEL NEWS

Anggota DPRD Papua Tewas usai Trekking di Pulau Padar

Ambrosius Ardin
detikTravel
Situasi di Pulau Padar bulan Juli 2022
Ilustrasi Pulau Padar. Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel
Labuan Bajo -

Wisatawan asal Papua meninggal dunia usai trekking di Pulau Padar, Labuan Bajo. Setelah diselidiki, ia ternyata anggota DPRD Kabupaten Puncak, Papua.

Pria yang tewas itu bernama Pilemon Tabuni (46). Ia sebelumnya pingsan lalu dinyatakan tutup usia saat tiba di RS Siloam Labuan Bajo.

"Beliau anggota (DPRD Kabupaten Puncak) dari partai NasDem," ungkap Elpiau Hagabal, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Puncak saat ditemui di RS Siloam.

Elpiau Hagabal mengatakan, mereka berangkat ke Pulau Padar setelah menyelesaikan agenda studi banding DPRD Kabupaten Manggarai Barat. Ada 25 anggota DPRD Kabupaten Puncak dan 13 staf yang datang studi banding tersebut. Tadi malam mereka berangkat ke Pulau Padar menggunakan dua kapal wisata. Mereka menginap di Kapal menunggu jadwal trekking puncak Pulau Padar tadi pagi.

Ia mengatakan, ia dan anggota dewan yang lain sempat menyarankan Pilemon tidak ikut trekking ke Puncak Pulau Padar. Karena merasa kondisinya sehat, Pilemon abaikan saran rekan-rekannya. Ia ikut trekking. Namun, baru 100-an anak tangga yang dilewati, Pilemon yang berasal dari Desa Jiwo, Kecamatan Oneri ini jatuh pingsan, hingga mininggal dunia beberapa jam kemudian.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan, Pilemon pingsan sesaat setelah minum air di rest area spot 2 jalur trekking Pulau Padar. Pilemon, kata dia, langsung minum air saat tubuhnya masih berkeringat.

"Sampai di atas langsung minum, tidak istirahat, makanya langsung pingsan," kata Elpiau Hagabal.

Saat tiba di RS Siloam sekira jam 09.30 Wita, nyawa Pilemon tak tertolong.

"Keterangan dokter di sini, beliau sudah mati di kapal. Tadi dokter sempat pompa jantung," katanya

Ia mengatakan, denyut jantung Pilemon sudah terasa lemah di lokasi ia pingsan di Pulau Padar tersebut. Saat tiba di speedboat untuk evakuasi ke Labuan Bajo, denyut jantungnya tak terasa. Saat Tim Medis dari Tim SAR memberi bantuan oksigen dan pompa jantung, tak ada respon sama sekali. Saat itu Ia pun meyakini rekannya sudah meninggal.

"Iya meninggalnya sudah di kapal," kata Elpiau Hagabal.

Dokter di RS Siloam mengakui Pilemon sudah meninggal dunia. Namun ia menolak memberikan keterangan lebih lanjut kecuali ada permintaan tertulis. Ia juga menolak namanya ditulis.

Sementara rencana pemulangan jenasah masih menunggu hasil koordinasi dengan keluarga. Menurut Elpiau Hagabal, keluarga besar Pilemon tersebar di beberapa Kota di Papua.

"Tunggu keputusan mereka jenasah diturunkan di kota apa baru diterbangkan," katanya.

Berita selengkapnya sudah tayang di detikBali.



Simak Video "Pelaku Pariwisata Labuan Baju Mogok Imbas Tarif Rp 3,75 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA