Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 21 Nov 2022 17:05 WIB

TRAVEL NEWS

Mau Menunggu 30 Tahun untuk Makan Kroket Populer Jepang Ini?

Syanti Mustika
detikTravel
Kornet daging Asahiya
Kroket daging Asahiya yang populer (dok Asahiya)
Tokyo -

Kamu harus masuk daftar tunggu hingga 30 tahun bila ingin makan kroket daging populer di Jepang ini. Bukan typo lho, benar-benar menunggu 30 tahun!

Diberitakan CNN Travel, Senin (21/11/2022) butuh kesabaran bila traveler ingin merasakan kroket daging buatan Asahiya ini. Toko daging ini berada di di Kota Takasago di Prefektur Hyogo, Jepang barat.

Bukan main-main peminat toko ini lho. Mereka harus bersabar menunggu 30 tahun untuk menikmati kroket daging beku yang begitu populer.

Asahiya didirikan pada tahun 1926 menjual produk daging dari prefektur Hyogo, termasuk daging sapi Kobe. Beberapa dekade kemudian mereka menambahkan kroket daging sapi ke rak menu setelah Perang Dunia II.

Namun, baru pada awal tahun 2000-an pangsit kentang dan daging sapi goreng ini menjadi sensasi di internet, mengakibatkan pembeli harus menunggu sangat lama.

"Kami mulai menjual produk kami melalui belanja online pada tahun 1999. Saat itu, kami menawarkan Extreme Croquettes sebagai uji coba," cerita Shigeru Nitta, pemilik Asahiya generasi ketiga.

Tumbuh di Hyogo, Nitta telah mengunjungi peternakan lokal dan pelelangan daging sapi bersama ayahnya sejak ia masih muda. Dia mengambil alih toko dari ayahnya pada tahun 1994 ketika dia berusia 30 tahun.

Sebelum sepopuler sekarang, tentu saja ada kisah jatuh bangun dalam memasarkan daging mereka. Setelah bereksperimen dengan e-commerce selama beberapa tahun, dia menyadari pelanggan ragu-ragu untuk membayar daging sapi dalam jumlah besar lewat online.

'Extreme Croquettes' atau Kroket Ekstrim ini salah satu produk populer di antara 4 jenis kroket daging sapi Kobe yang tersedia di Asahiya. Kalau tidak sabar menunggu tiga dekade, ada pilihan menu premium, kroket daging kobe yang daftar tunggunya 'hanya' 4 tahun.

Awalnya jual rugi

Awalnya, mereka menjualnya dengan harga yang bisa dibilang murah. Mereka mengakui kalau mereka 'rugi' dengan menjual kroket ini.

"Kami menjual Extreme Croquette dengan harga 270 yen per buah. Daging sapi di dalamnya saja harganya sekitar 400 yen," kata Nitta.

"Kami membuat kroket yang terjangkau dan enak untuk menunjukkan konsep toko kami sebagai strategi agar pelanggan menikmati kroket dan kemudian berharap mereka akan membeli daging sapi Kobe kami setelah percobaan pertama," tambahnya.

Produk dibuat segar setiap hari tanpa bahan pengawet. Bahan-bahannya tersebut termasuk daging sapi Kobe peringkat A5 betina berusia tiga tahun dan kentang yang bersumber dari peternakan lokal.

Nitta mengatakan dia telah mendorong peternakan untuk menggunakan kotoran sapi untuk menanam kentang. Batang kentang kemudian dijadikan makanan untuk sapi, guna menciptakan siklus.

Konsep uniknya menarik perhatian warga dan media. Saat berita tentang kroket Asahiya keluar di awal tahun 2000-an, mereka pun semakin popular. Saking ramainya pesanan, mereka harus menutup pemesanan lho.

"Kami berhenti menjualnya pada tahun 2016 karena waktu tunggu menjadi lebih dari 14 tahun. Kami berpikir untuk menghentikan pesanan, tetapi telepon kami terus berdering dari masyarakat yang meminta untuk tetap menawarkannya," kata Nitta.

Untuk membatasi kerugian finansial, Asahiya hanya memproduksi 200 kroket di dapurnya sendiri di sebelah tokonya setiap minggu.

Kornet daging AsahiyaKroket daging Asahiya Foto: (dok Asahiya)

Bisnis kroket yang bikin rugi

Kemudian Ashiya membuka lagi pemesanan kroket di tahun 2017 dengan menaikkan harganya. Tapi tetap saja mereka mengalami 'kerugian'.

"Saat itu, kami menaikkan harga menjadi 500 yen- 540 yen dengan pajak konsumsi. Tapi sejak ekspor daging sapi Kobe dimulai, harga daging sapi naik dua kali lipat, sehingga fakta produksi kroket membuat defisit tidak berubah," kata Nitta.

Produksi juga ditingkatkan dari 200 kroket per minggu menjadi 200 kroket per hari.

"Kenyataannya, Extreme Croquette jauh lebih populer daripada produk lain," Nitta terkekeh, menertawakan ide bisnisnya sendiri yang merugi.

Nitta mengatakan banyak orang memintanya untuk menambahkan karyawan lagi demi melayani tumpukan pesanan. Namun dia sadar tidak mungkin menambah karyawan karena akan menambah angka defisit.

Untungnya, Nitta mengatakan bahwa sekitar setengah dari orang yang mencoba kroket akhirnya memesan daging sapi Kobe. Jadi ini adalah strategi pemasaran yang baik.

Asahiya sekarang memiliki dua lokasi, dimana toko aslinya di Kota Takasago dan toko kedua di kota Kobe. Namun kroket daging sapi bekunya hanya dikirim di dalam Jepang saja.

Kornet daging AsahiyaKroket daging Asahiya Foto: (dok Asahiya)

Bagi konsumen yang masuk dalam daftar tunggu, toko mengirimkan buletin reguler kepada pelanggan untuk memperbarui perkiraan pengiriman terbaru. Seminggu sebelum tanggal pengiriman, toko akan mengkonfirmasi pengiriman dengan pelanggan yang sabar sekali lagi.

"Tentu saja, beberapa orang telah mengubah alamat email mereka. Untuk orang-orang itu, kami menelepon mereka secara langsung dan memberi tahu mereka tanggal pengiriman. Mereka dapat mengubah alamat mereka sendiri melalui situs web kami atau ketika kami menelepon mereka, mereka dapat memberi tahu kami," kata Nitta.

Setiap kotak Extreme Croquettes yang terdiri dari lima buah, dijual seharga 2.700 yen. Pelanggan yang menerima kroket hari ini adalah mereka yang memesan sekitar 10 tahun lalu. Wow, sabar sekali!

Meskipun Asahiya beroperasi sebagai penjual daging, Nitta mengatakan para pelancong dapat mengunjungi toko mereka di Kobe, di mana mereka menjual dua jenis makanan ringan siap saji, yang disebut kroket 'Tor Road' dan 'Kitanozaka' yang dinamai sesuai nama jalan terdekat.

Sekarang toko mereka telah jadi primadona pecinta wisata kuliner di Jepang. Namun mereka tidak ada rencana untuk memperbesar toko atau membangun restoran karena tidak ingin mengganggu tetangga sekitar.



Simak Video "Jepang Minta Warganya Pindah dari Tokyo, Iiming-imingi Rp 119 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA