Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 02 Des 2022 12:31 WIB

TRAVEL NEWS

Investasi Pariwisata Ditargetkan Capai USD 8 Miliar dalam 10 Tahun

Menparekraf Sandiaga memaksimalkan kehadirannya di acara
Menparekraf Sandiaga memaksimalkan kehadirannya di acara World Travel and Tourism Council di Riyadh, Arab Saudi (Foto: Kemenparekraf)
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menargetkan adanya kenaikan nilai investasi di sektor pariwisata Indonesia. Ia menargetkan investasi pariwisata Indonesia bisa mencapai hingga USD 8 miliar dalam 10 tahun ke depan.

Sandiaga memaksimalkan kehadirannya di acara 'World Travel and Tourism Council' di Riyadh, Arab Saudi, beberapa waktu lalu melalui pertemuan bilateral investasi dan bisnis dengan sejumlah pihak. Pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan lebih banyak investasi pada sektor pariwisata.

Pertemuan pertama dilakukan dengan Executive Committee Member of World Travel & Tourism Council (WTTC) yang juga menjabat sebagai Executive Chairman of China Chamber of Tourism (CCT), Pansy Ho. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas berbagai peluang kerja sama salah satunya menjadikan Indonesia sebagai host Global Tourism Economy Forum dalam dua tahun ke depan.

Pansy Ho saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua sekaligus Sekjen dari Global Tourism Economy Forum.

"Kami menyepakati tiga hal di mana Indonesia akan menjadi feature country dan akan dipilih menjadi host dari Global Tourim Economic Forum dalam dua tahun ke depan," kata Sandiaga dalam keterangan tertulis, Jumat (2/12/2022).

Kedua, kata Sandiaga, Pansy Ho yang juga Group Executive Chairman and Managing Director Shun Tak Holdings Limited juga akan melakukan penjajakan investasi, khususnya di Bali dalam pendirian hotel berskala internasional.

"Mereka melirik Bali dan 5 destinasi pariwisata super prioritas untuk membangun hotel berkualitas bintang 5 atau lebih," ujarnya.

Selanjutnya penjajakan bagi industri pariwisata Indonesia untuk kembali menggarap pasar China dalam beberapa waktu ke depan.

"Yang ketiga adalah meng-update dengan harapan bahwa di kuartal ketiga tahun depan, di pertemuan Global Tourim Economic Forum, Indonesia mulai bisa menggarap pasar China yang selama ini masih tutup karena kebijakan zero COVID-19. Kita sudah menunggu pariwisata dari China untuk kembali pulih," kata Sandiaga.

Investasi di 8 KEK Pariwisata

Selain bertemu dengan Pansy Ho, Sandiaga juga bertemu dengan delegasi dari Federation of Saudi Chambers. Mereka menyatakan sangat tertarik untuk berinvestasi di 8 kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata. Yaitu KEK Nongsa, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Lesung, KEK Lido, KEK Singhasari, KEK Mandalika, KEK Morotai, dan KEK Likupang.

"Juga kami bertemu dengan perwakilan dari United Gulf Industrial Consortia yang menyatakan tertarik di 12 sustainable project Indonesia termasuk di Raja Ampat," kata Sandiaga.

Sandiaga mengatakan dari rangkaian pertemuan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan nilai investasi di sektor pariwisata Tanah Air.

Sejauh ini, realisasi investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada tahun 2020 hingga kuartal I 2022 tercatat mencapai Rp 5,31 triliun. Kementerian Investasi mencatat nilai proyek investasi eksisting di 5 DPSP mencapai Rp 172,2 miliar (11,67 juta dolar AS).

Nilai komitmen yang sedang berjalan sebesar Rp 1,552 triliun (setara 106,24 juta dolar AS). Sementara nilai minat investasi di 5 destinasi pariwisata super prioritas sebesar Rp 1,186 triliun (81,19 juta dolar AS).

"Pertemuan bilateral investasi dan bisnis ini kami akan koordinasikan dengan lintas kementerian dan lembaga, ke depan kita harapkan ini dapat meningkatkan jumlah investasi mencapai 6 sampai 8 miliar dolar AS untuk 5-10 tahun ke depan di sektor pariwisata. Dan target kita untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata ke angka 5 persen kepada PDB Indonesia. Sementara ekonomi kreatif menuju angka 8 persen dalam 5 tahun ke depan, sehingga total (kontribusi) kombinasi sektor parekraf mencapai 13 persen," ujar Sandiaga.

(fhs/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA