Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 05 Des 2022 08:55 WIB

TRAVEL NEWS

Polemik Stasiun Akhir Kereta Cepat, KAI Rilis Skenario Feeder Padalarang-Bandung

Femi Diah
detikTravel
Hall feeder Kereta Cepat Jakarta Bandung
Hall KA Feeder KCJB (Foto: dok. Humas PT KAI)
Jakarta -

Warganet gaduh mempertanyakan stasiun akhir Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang tidak sampai di Stasiun Bandung, tetapi berakhir di Stasiun Padalarang. PT KAI merespons.

Mula-mula warganet mempertanyakan pernyataan Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut setelah Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) beroperasi KA Argo Parahyangan akan disetop. Padahal, dua kereta itu finis di stasiun yang berbeda. KA Argo Parahyangan berhenti di jantung Kota Kembang, sedangkan KCJB berakhir di Stasiun Padalarang.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, menyebut nantinya ada feeder dari Padalarang atau angkutan yang terintegrasi khusus dengan kereta cepat. Feeder itu mengangkut penumpang menuju ke Kota Bandung hingga total waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi sekitar 1 jam.

Durasi tempuh itu dipertanyakan oleh netizen. Sebab, dari Padalarang ke Bandung membutuhkan waktu tempuh 45 menit dengan kendaraan roda empat.

VP Public Relations KAI Joni Martinus, melalui rilis, menjelaskan konektivitas KCJB didukung oleh kereta api. Dia menyebut KAI tengah menyiapkan layanan kereta api (KA) Feeder KCJB. Waktu tempuh KA Feeder KCJB untuk menuju Stasiun Bandung dan sebaliknya hanya 18 menit.

Sarana KA Feeder berupa lima rangkaian KRDE yang setiap rangkaiannya terdiri dari lima kereta. Dalam satu rangkaian, KA Feeder KCJB berkapasitas 280 penumpang. Untuk menambah kenyamanan pelanggan, KA Feeder KCJB dilengkapi dengan fasilitas rak bagasi dan toilet.

Adapun untuk prasarana KA Feeder KCJB, saat ini pembangunan fisik Hall atau ruang tunggu khusus pelanggan KCJB di Stasiun Bandung dan Cimahi telah selesai 100%. Sedangkan di Stasiun Padalarang masih dalam proses pembangunan. KAI dan KCIC saat ini sedang menyiapkan fasilitas dan standar pelayanan minimum untuk park and ride dan ruang tunggu KA Feeder KCJB.

Joni menambahkan KAI akan memastikan bahwa perpindahan antar moda, antar peron, ketersediaan ruang tunggu, dan fasilitas yang disediakan untuk pelanggan dibuat senyaman dan semudah mungkin. Hal ini adalah salah satu upaya KAI dalam menumbuhkan minat masyarakat untuk beralih ke transportasi umum adalah melalui layanan kereta api yang saling terkoneksi dan terintegrasi.

"Hadirnya LRT Jabodebek dan KA Feeder KCJB ini diharapkan menjadi daya tarik masyarakat untuk menggunakan KCJB yang merupakan kereta cepat pertama di Asia Tenggara. KAI sebagai pemimpin konsorsium PT PSBI yang memiliki saham mayoritas dari KCIC berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan KCIC sebagaimana harapan pemerintah dan masyarakat," ujar Joni.

Skenario buat Traveler dari Dukuh Atas Sampai Bandung dengan Waktu Singkat

Jakarta-Bandung diyakini bisa dijangkau lebih mudah dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Selain Feeder KCJB, PT KAI mendukung dengan layanan LRT Jabodebek.

Begini skenarionya.

Dengan menggunakan LRT Jabodebek, traveler hanya perlu waktu 20 menit dari Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas menuju Stasiun LRT Jabodebek Halim. Traveler bisa langsung berpindah dari Stasiun LRT Jabodebek Halim ke Stasiun KCJB Halim, karena kedua layanan tersebut telah terintegrasi pada lokasi yang sama.

Headway LRT Jabodebek pada rute Dukuh Atas - Halim pada jam sibuk dijanjikan tersedia 8 menit sekali. KAI merujuk kepada penerapan teknologi paling modern dalam operasional LRT Jabodebek.

"Masyarakat juga dapat menggunakan KRL Commuterline menuju stasiun yang terkoneksi dengan LRT Jabodebek, yaitu Stasiun Sudirman dan Cawang untuk selanjutnya meneruskan perjalanan menggunakan LRT ke Stasiun KCJB Halim," ujar Joni.

Setelah menempuh perjalanan LRT Jabodebek selama 20 menit, perjalanan KCJB dari Stasiun KCJB Halim menuju Stasiun KCJB Padalarang akan ditempuh hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. Di Padalarang, KAI telah menyediakan layanan KA Feeder yang jadwalnya menyesuaikan dengan jadwal kedatangan KCJB.

"Dengan menggunakan layanan kereta api yang sudah terkoneksi tersebut, maka total waktu yang dibutuhkan antar pusat Kota Jakarta dan Bandung sekitar satu jam perjalanan. Dengan teknologi dan SDM terbaik KAI akan memastikan bahwa seluruh perjalanan kereta api tersebut beroperasi tepat waktu seperti layanan KAI yang sudah ada saat ini" ujar Joni.



Simak Video "Ada Korban Tewas Anjloknya Kereta Teknis KCJB, KCIC Buka Suara"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA