Penerbangan Delay di Australia, Bandara Sempat Chaos

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Penerbangan Delay di Australia, Bandara Sempat Chaos

bonauli - detikTravel
Sabtu, 29 Nov 2025 20:05 WIB
MELBOURNE, AUSTRALIA - JUNE 22:  Passengers wait for flights at Melbourne International Airport on June 22, 2011 in Sydney, Australia. Flights across Australias busiest airports are resuming today after cancellations due to the Chilean ash cloud yesterday stranded passengers and created a backlog.  (Photo by Hamish Blair/Getty Images)
Ilustrasi Bandara Melbourne (Getty Images/Hamish Blair)
Jakarta -

Penarikan 6.000 unit pesawat Airbus jelas mempengaruhi penerbangan dunia. Masalah delay sudah terlihat di Australia.

Airbus mengeluarkan pernyataan penarikan (recall) unit di seluruh operator pada 28 November 2025. Sebuah pesawat terlibat masalah kontrol penerbangan yang mengharuskan mereka untuk melakukan pengalihan pendaratan.

Penarikan ini tentu membuat jadwal penerbangan terganggu di seluruh dunia. Jetstar telah membatalkan 90 penerbangan sembari melakukan pembaruan segera pada perangkat lunak di 34 pesawatnya, seperti dikutip dari The Sydney Morning Herald pada Sabtu (29/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak penerbangan Jetstar dari Sydney ke bandara Tullamarine dan Avalon di Victoria, Adelaide, Perth, dan Hobart dibatalkan pada Sabtu pagi. Namun, kerumunan di area check-in Jetstar di bandara Melbourne telah sedikit berkurang pada Sabtu sore.

ADVERTISEMENT

Bandara Perth menyatakan bahwa penarikan kembali ini juga akan berdampak pada Australia Barat, dan mengimbau penumpang untuk menghubungi maskapai penerbangan mereka seiring perkembangan situasi.

Pembatalan ini telah menyebabkan gangguan bagi ribuan siswa kelas 12 yang berniat bepergian ke Gold Coast dan Byron Bay untuk mengikuti pekan sekolah.

Di terminal Melbourne yang bising, kepala pilot Jetstar, Tyrone Simes, mengatakan sekitar 90 penerbangan terdampak pada hari Sabtu. Ia mengatakan kepada penumpang bahwa komputer kontrol penerbangan di pesawat yang terdampak telah menunjukkan anomali.

Ia mengatakan hal ini disebabkan oleh pembaruan perangkat lunak baru-baru ini, yang kini harus dibalik pada setiap pesawat sebelum dapat terbang kembali. Pembaruan tersebut membutuhkan waktu dua hingga tiga jam.

"Kami memiliki 85 pesawat A320 dalam armada kami. Namun, hanya 34 pesawat yang teridentifikasi anomali ini," jawabnya sambil mengatakan gangguan penerbangan mungkin akan terjadi sampai Minggu besok.

Kepala Penerbangan Bandara Melbourne, Jim Parashos, mengatakan semua pihak siap membantu Jetstar. "Kami memiliki teknisi yang memeriksa pesawat di darat, dan kami akan segera mengirimkannya," ujarnya.

"Saya telah berbicara dengan banyak pelancong yang menuju Byron dan Gold Coast yang. Kami memahami rasa frustrasi mereka, tetapi mereka sangat pengertian," sambungnya.

Bandara Sydney menyatakan dukungan Jetstar dalam upaya mereka menyelesaikan masalah ini dan sangat menyarankan semua pelanggan Jetstar untuk memeriksa status penerbangan mereka dengan maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Rekaman dari Bandara Melbourne pada Sabtu pagi menunjukkan kerumunan dan kekacauan saat para penumpang mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan penerbangan mereka.

Penundaan pada Sabtu pagi di Australia juga terjadi setelah kebakaran yang memaksa evakuasi Terminal 1 Bandara Melbourne pada Jumat malam.

Di Bandara Sydney, Terminal 2 domestik sangat padat pada pukul 10.30 pagi.

Virgin Australia hanya mengoperasikan empat pesawat A320, semuanya dalam bisnis regional Australia Barat. Maskapai yang berbasis di Brisbane ini berharap dapat mengatasi gangguan apa pun dengan kapasitas armada Boeing 737 yang ada.

Sementara Qantas mengatakan bahwa masalah itu tidak akan memengaruhi jadwal mereka, meskipun ada beberapa jenis A320 yang beroperasi.

Air New Zealand mengatakan telah membatalkan 12 penerbangan sebagai tanggapan atas perintah Airbus tersebut.

Kepala Keselamatan dan Risiko Nathan McGraw mengatakan penumpang yang menggunakan rute A320 akan terdampak hingga Selasa, 2 Desember. Penumpang diminta untuk mengubah jadwal penerbangan dalam waktu 7 hari sebelum keberangkatan. Layanan ini gratis.

Tak hanya penjadwalan ulang, penumpang juga bisa refund atau meminta pengembalian dana jika mereka memilih untuk tidak bepergian secara penuh.

"Kami berharap penumpang dapat menghubungi agen perjalanan mereka hari ini untuk memberi tahu mereka jika penerbangan mereka kemungkinan akan terdampak dalam beberapa hari mendatang," pungkasnya.




(bnl/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads