Giliran Vietnam Perketat Screening Virus Nipah di Bandara

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Giliran Vietnam Perketat Screening Virus Nipah di Bandara

Bonauli - detikTravel
Jumat, 30 Jan 2026 18:08 WIB
Giliran Vietnam Perketat Screening Virus Nipah di Bandara
Ilustrasi virus Nipah (Getty Images/Manjurul)
Ho Chi Minh -

Virus Nipah membuat negara di Asia resah, termasuk Vietnam. Negara yang pariwisatanya sedang naik daun ini tak mau kalah dalam memperketat perbatasan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pham Thu Hang mengatakan bahwa Vietnam sejauh ini belum mencatat infeksi Nipah, tetapi pihak berwenang tetap meningkatkan kewaspadaan di tengah kekhawatiran regional, seperti dikutip dari VOV pada Jumat (29/1/2026).

Ia mengatakan bahwa lembaga-lembaga Vietnam berkoordinasi dengan otoritas lokal untuk meningkatkan pengawasan dan pencegahan penyakit di gerbang perbatasan, fasilitas kesehatan, dan di masyarakat, sambil memastikan kesiapan untuk menerapkan langkah-langkah respons jika diperlukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Vietnam akan terus memantau perkembangan dengan cermat dan bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia dan negara-negara lain untuk segera menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian yang tepat dan efektif," kata juru bicara tersebut.

Di Hanoi, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Center for Disease Control (CDC) telah ditugaskan untuk memperkuat upaya pemeriksaan di Bandara Internasional Noi Bai, khususnya bagi para pelancong yang datang dari Bengal Barat, India.

ADVERTISEMENT

Mereka akan melalui pemeriksaan suhu otomatis dan protokol khusus. Upaya ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengisolasi, dan menyelidiki kasus yang dicurigai dengan cepat untuk mencegah penyebaran di masyarakat, seperti dikutip dari VietnamNet.

CDC juga telah diinstruksikan untuk mengikuti perkembangan wabah global dan domestik secara cermat, berkoordinasi dengan Institut Nasional Kebersihan dan Epidemiologi untuk mengumpulkan dan menguji sampel bila diperlukan, dan menyelenggarakan pelatihan bagi petugas kesehatan garda depan. Persediaan seperti alat pelindung diri, disinfektan, dan sumber daya lainnya sedang ditimbun sebagai persiapan.

CDC juga akan bekerja sama dengan media untuk memastikan informasi publik yang tepat waktu dan akurat.

Nipah adalah virus zoonosis yang pertama kali diidentifikasi selama wabah di Malaysia pada tahun 1990-an. Virus ini ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah dan babi, dan juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan hewan atau orang yang terinfeksi.

Virus ini dapat menyebabkan gejala parah seperti demam tinggi, muntah, dan kejang. Menurut WHO, tingkat kematiannya berkisar antara 40% hingga 75%. Saat ini belum ada vaksin untuk virus Nipah.

India baru-baru ini mengkonfirmasi dua kasus Nipah. Meskipun belum ada kasus yang dilaporkan di luar India, beberapa negara Asia telah mulai memperkenalkan atau memperketat pemeriksaan bandara dan langkah-langkah pencegahan lainnya untuk mengurangi risiko penularan lintas batas.



(bnl/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads