Jalur pendakian Bukit Mongkrang ditutup tanpa batas waktu yang ditentukan. Penutupan itu imbas ada pendaki yang hilang dan sampai sekarang belum ditemukan.
Pencarian pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang bernama Yasid Ahmad Firdaus (26) memang telah dihentikan. Meski begitu, jalur pendakian di bukit Mongkrang masih ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Seperti diketahui, Yasid, warga Desa Gawanan, Colomadu, Karanganyar itu dilaporkan hilang pada Minggu (18/16/2026). Jalur pendakian ditutup untuk keperluan operasi SAR dibuka mulai Senin (19/1). Sabtu (31/1), operasi SAR resmi ditutup namun jalur pendakian masih belum dibuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, jalur pendakian Bukit Mongkrang masih ditutup," kata Camat Tawangmangu, Eko Joko Widodo, saat dihubungi, Senin (2/2).
Eko mengatakan penutupan jalur pendakian Bukit Mongkrang ini berdasarkan Pengumuman dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Balai Taman Raya KGPAA Mangkunagoro I Nomor: 400.14.2.3/056/THR/II/2026. Surat itu ditetapkan per hari ini.
"Penutupan dalam rangka kegiatan pemulihan ekosistem dan perbaikan jalur pendakian Bukit Mongkrang sampai batas waktu yang belum ditentukan," jelasnya.
Dihubungi terpisah, pengelola pendakian Bukit Mongkrang, Edi Purwanto, mengatakan saat tim tengah melakukan pembersihan jalur pendakian dan pemasangan rambu baru. Diperkirakan, proses tersebut memakan waktu 1-2 pekan ke depan.
"Kami hari ini fokus untuk melakukan pembersihan jalur dan pemasangan rambu," kata Edi.
Diberitakan sebelumnya, selain jalur pendakian Bukit Mongkrang, jalur pendakian ke Puncak Gunung Lawu juga ditutup per Febuari 2026 ini. Kebijakan itu tertuang pada Pengumuman Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Nomor P/500.13.1/11/2026.
Kepala Disparpora Karanganyar Hari Purnomo, mengatakan hasil rapat dengan Perhutani, penutupan jalur akan dilaksanakan pada tanggal 1-28 Febuari 2026, yang meliputi jalur pendakian Lawu Via Cemoro Kandang, Pendakian Lawu Via Cetho, Pringgodani dan Taman Saraswati.
"Tujuan penutupan untuk menormalisasi jalur pendakian tersebut. Karena beberapa waktu terakhir jalur pendakian tersebut ada yang tergerus, rusak, papan pengumuman yang rusak. Sehingga kami perlu merehabilitasi untuk kenyamanan para pengunjung," kata Hari saat dihubungi awak media, Senin (26/1).
Rehabilitasi jalur ini juga meliputi perbaikan fasilitas pendakian, jalur lintasan, rambu-rambu keselamatan, serta kebersihan lingkungan di kawasan Gunung Lawu. Diharapkan hal ini akan menjamin keselamatan pengunjung serta menjaga keberlanjutan fungsi kawasan wisata alam.
"Karena bulan puasa pendaki sedikit, sehingga dimanfaatkan untuk perbaikan jalur, jalur air sehingga perlu dipantau dan diuruk sehingga tidak tergerus terus menerus," jelasnya.
--------
Artikel ini telah naik di detikJateng.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Dulu Viral, Community Center Pamulang Kini Tak Terawat
Kinerjanya Cuma Diberi Nilai 50 oleh DPR, Apa Kata Menpar Widiyanti?
Wisatawan ke Bali Turun, Koster Janji Temui Kemenhub Minta Harga Tiket Dipangkas