Kebijakan bebas visa yang diterapkan China sejak akhir 2024 terbukti mendorong lonjakan perjalanan wisatawan Korea Selatan ke China, terlebih ke wilayah Shanghai.
Shanghai kini menjadi destinasi favorit wisatawan Korea Selatan setelah China memberlakukan bebas visa 30 hari pada November 2024.
Bagi desainer fesyen asal Seoul, Choi Yu-jin, mengatakan kebijakan tersebut membuat perjalanannya ke China semakin mudah dan menarik. Sejak 2024, ia telah tiga kali mengunjungi Shanghai dan berencana kembali pada April mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Restoran dan jalanannya sangat bersih. Bahkan restoran mewah pun harganya lebih murah dibandingkan di Korea, tanpa mengurangi cita rasa," kata Choi dikutip dari Bangkok Post, Rabu (4/2/2026).
Data menunjukkan jumlah wisatawan Korea Selatan ke Shanghai melonjak dari sekitar 570 ribu orang pada 2023 menjadi 1,1 juta pada 2024, lalu kembali meningkat 23,6% pada 2025. Total kunjungan mencapai 1,37 juta orang, atau sekitar 43% dari seluruh perjalanan warga Korea Selatan ke China daratan.
Tren tersebut diperkirakan berlanjut pada 2026. Agen perjalanan Mode Tour International mencatat pemesanan perjalanan ke Shanghai pada Januari melonjak 260% dibandingkan tahun sebelumnya. Pemesanan selama libur Seollal pada Februari bahkan diproyeksikan meningkat 270%.
Platform pemesanan Agoda juga menempatkan Shanghai sebagai destinasi utama wisatawan Korea Selatan dalam daftar New Horizons 2026. Wisatawan menilai kota tersebut mudah diakses dan menawarkan pengalaman kosmopolitan yang ramah bagi pelancong pemula ke China.
Pemandu wisata, Song Hao, mengatakan wisatawan muda Korea Selatan tertarik pada kawasan yang memadukan sejarah dan gaya hidup modern. "Mereka lebih menyukai tempat-tempat seperti Xintiandi, Wukang atau Tianzifang," ujarnya.
Restoran populer, kafe hingga lokasi bertema futuristik disebut menjadi daya tarik utama. Menurut wisatawan asal Seoul, Lee Ji-won, Shanghai juga unggul dari sisi biaya.
"Shanghai sama nyamannya dengan kota-kota Jepang, tapi dengan harga yang bahkan lebih terjangkau," ungkap Lee.
CEO China Trading Desk, Subramania Bhatt, menilai kebijakan bebas visa merupakan strategi struktural China untuk menghidupkan kembali pariwisata di tengah perlambatan ekonomi domestik.
"Kebijakan ini kemungkinan akan dipertahankan, kecuali terjadi guncangan geopolitik atau operasional," kata Bhatt.
Saat ini, China memperpanjang kebijakan bebas visa bagi 45 negara, termasuk Korea Selatan, hingga akhir tahun. Laporan Yanolja Research memproyeksikan jumlah wisatawan Korea Selatan ke China meningkat 24,2% pada 2026 menjadi 3,94 juta orang, pertumbuhan tercepat dibandingkan destinasi populer lain seperti Jepang, Vietnam, dan Thailand.
Direktur Yanolja, Jang Soo-cheong, menyebut Shanghai berpotensi menjadi pintu masuk bagi destinasi China lainnya. "Pengalaman di Shanghai kemungkinan akan menyebar ke kota-kota lain dan membuka jalan bagi penemuan kembali pariwisata China secara lebih luas," jelas Soo-cheong.
Di sisi lain, arus wisata balik juga menguat. Jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Korea Selatan mencapai 5,37 juta pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi 6,15 juta tahun ini. Peningkatan ini didukung kebijakan bebas visa sementara bagi tur kelompok wisatawan China yang diterapkan Korea Selatan sejak September 2025.
(upd/wsw)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Dulu Viral, Community Center Pamulang Kini Tak Terawat
Kinerjanya Cuma Diberi Nilai 50 oleh DPR, Apa Kata Menpar Widiyanti?