Yasid Tewas Diduga Tersesat gegara Kabut di Bukit Mongkrang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Yasid Tewas Diduga Tersesat gegara Kabut di Bukit Mongkrang

Agil Trisetiawan Putra - detikTravel
Kamis, 12 Feb 2026 19:41 WIB
Proses pencarian Yasid, pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang, Karanganyar, Rabu (28/1/2026).
Pencarian Yasid, pendaki yang hilang di bukit Mongkrang (dok. Basarnas Solo)
Karanganyar -

Yasid Ahmad Firdaus (26), pendaki yang hilang di bukit Mongkrang ditemukan dalam kondisi tewas. Ia diduga hilang tersesat akibat kabut.

Warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar itu dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu beberapa waktu lalu.

Jasad Yasid ditemukan Selasa (10/2) pagi sekitar pukul 08.45 WIB, di koordinat 7Β°41'00.0"S111Β°10'30.0"E atau selatan Bukit Mongkrang. Jasadnya tersangkut dan tertutup batang pohon di aliran sungai di antara dua lereng yang memanjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Penguatan Pencarian Yasid dari Wanadri, Badawi menduga jika korban sengaja keluar jalur dari jalur pendakian resmi Mongkrang saat turun dari puncak.

"Jalur Mongkrang kan jelas, dan lebar. Ini (diduga) bukan tersesat tapi sengaja keluar jalur. Tapi kondisi medannya tidak diperhitungkan, vegetasinya seperti apa, sehingga sulit dia lewat dan semakin terbuang dan berubah arah," kata Badawi, kepada awak media di Kawasan Wisata Bukit Mitis, Tawangmangu.

ADVERTISEMENT

Arah jalur yang harus dilalui Yasid untuk kembali ke Basecamp Mongkrang, dengan penemuan jenazahnya sudah berbeda arah. Badawi mengatakan, hal itu banyak faktor sehingga korban bisa keluar jalur.

"Harusnya dia ke arah Utara, tapi dia posisinya (ditemukan) berbalik arah ke selatan ke Beruk. Ini disorientasi. Faktornya bisa cuaca, kan kemarin hujan kabut. Mungkin malam juga, dan pemahaman navigasi (yang kurang)," jelasnya.

Sementara itu, anggota Wanadri, Sugiarto (55), menduga korban sengaja keluar jalur agar lebih cepat sampai basecamp.

"Menurut keyakinan saya, setelah saya baca informasinya, dia kayak mau buat surprise. Kemudian ternyata kabut, dia masih menelusuri karena di bawah ada jalan besar untuk membenahi aliran air minum warga. Dia telusuri jalan itu ternyata buntu, sehingga dia ngaprak (nyasar)," kata Sugiarto.

---------

Artikel ini telah naik di detikJateng.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads