Bandara Changi Singapura tak hanya jadi surga transit, tapi juga disebut sebagai salah satu bandara terbaik di dunia untuk menemukan pasangan hidup. Di tengah lalu lalang penumpang dari berbagai negara, peluang cinta lokasi alias "cinlok" justru disebut paling besar terjadi di sini.
Predikat itu diberikan oleh AirAdvisor. Dalam laporan 'Love Connection Score' indeks yang mengukur potensi interaksi sosial dan hubungan spontan di bandara, Changi menempati peringkat ketujuh dari 10 besar dunia.
Melansir Mothership, Jumat (13/2/2026), Bandara Changi memperoleh skor keseluruhan 7,45 dari 10, dengan nilai sempurna 10 dari 10 untuk kenyamanan dan suasana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Changi secara konsisten menempati peringkat tertinggi dalam hal suasana hati dan kenyamanan penumpang. Ketika orang merasa rileks dan nyaman, mereka secara alami lebih cenderung berinteraksi dengan orang lain, yang meningkatkan peluang terjalinnya hubungan spontan di dunia nyata," kata CEO AirAdvisor, Anton Radchenko.
AirAdvisor menyebut sejumlah fasilitas di Changi, termasuk taman dalam ruangan, air terjun, dan area duduk terbuka di kompleks Jewel, membuat waktu transit menjadi momen rekreasi dan meningkatkan kesempatan pertemuan antara wisatawan.
Bandara Changi juga mencatat rating Google tertinggi di kawasan dengan nilai 4,7, serta menempati peringkat pertama dalam penelitian infrastruktur sosial berkat jumlah bar, kafe, dan restoran per juta penumpang yang lebih banyak dibanding bandara lain.
Love Connection Score menilai bandara berdasarkan beberapa faktor, termasuk volume penumpang, keragaman rute internasional, jumlah penumpang transit, ketersediaan infrastruktur sosial, daya tarik kancah kencan di kota tujuan, serta kenyamanan dan suasana penumpang.
Menurut AirAdvisor, koneksi lebih mungkin terjadi ketika orang merasa santai dan menghabiskan waktu di area umum dibanding terburu-buru menuju gerbang keberangkatan. Hasil itu menunjukkan dominasi bandara Asia dalam daftar global, termasuk Seoul Incheon, Tokyo Haneda, dan Bangkok Suvarnabhumi.
AirAdvisor menilai peluang itu tercipta karena banyak bandara di Asia dirancang sebagai destinasi gaya hidup, dengan fasilitas lengkap mulai dari kuliner, belanja, hingga ruang santai yang nyaman.
AirAdvisor juga membeberkan sejumlah cara agar wisatawan bisa memperlebar peluang bertemu seseorang, mulai dari memilih waktu transit lebih lama, menghabiskan waktu di kafe atau lounge bersama, dan mengurangi penggunaan headphone serta ponsel saat menunggu.
(upd/fem)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5