Prabowo Mau Selamatkan Gajah Terancam Punah Lewat Inpres

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Prabowo Mau Selamatkan Gajah Terancam Punah Lewat Inpres

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Jumat, 13 Mar 2026 18:08 WIB
Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur mencatat kelahiran seekor anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus)
Ilustrasi gajah Sumatera (dok. Kemenhut)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mau menyelamatkan gajah-gajah yang terancam punah dengan mengeluarkan Instruksi Presiden atau Inpres.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni membeberkan hasil pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis (12/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyiapkan dua kebijakan untuk memperkuat upaya konservasi satwa dan pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia.

Kebijakan pertama adalah Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah Sumatra dan gajah Kalimantan. Kebijakan ini dipandang penting mengingat penurunan jumlah kantong habitat gajah yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami cek kantong gajah yang dahulu jumlahnya 42 sekarang tinggal 21 saja, dan kalau tidak ada intervensi yang serius oleh pemerintah maka kerusakan kantong-kantong gajah ini adalah sebuah keniscayaan," ujar Menhut Raja Juli dalam keterangannya yang diterima, Jumat (13/3).

Melalui Inpres tersebut, Presiden akan menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk mendukung Kementerian Kehutanan dalam menjaga populasi gajah, termasuk pembentukan area preservasi dan koridor habitat yang memungkinkan gajah bergerak antar kantong habitat serta mencegah fragmentasi populasi.

ADVERTISEMENT

"Contohnya di HGU yang sudah terbit izin sawit yang terbit di Sumatra, maka akan dibentuk apa yang disebut sebagai area preservasi. Area preservasi yaitu sebuah wilayah yang memungkinkan ada koridor gajah antar kantong tadi, Sehingga gajah ini dapat bergerak dari satu kantong ke kantong yang lain, jadi ini sangat penting sekali," jelas Menteri Raja Antoni.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menyiapkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional.

Satgas ini akan bertugas untuk mencari skema pendanaan berkelanjutan agar pengelolaan taman nasional dapat lebih optimal dan memberikan manfaat bagi pelestarian alam serta kesejahteraan masyarakat.

"Satgas ini nanti akan diketuai oleh Pak Hashim Djoyohadikusumo, kemudian saya menjadi wakil berserta wakil yang lainnya adalah Bu Maria Eka Pengestu. Kita akan mencari pendanaan yang inovatif yang sustain termasuk melibatkan private sector agar sekali lagi taman nasional kita menjadi taman nasional yang berkelas dunia," tegas Menhut Raja Juli.

Indonesia saat ini memiliki 57 taman nasional yang menjadi kawasan konservasi keanekaragaman hayati. Pemerintah menilai diperlukan pendekatan baru dalam pembiayaan dan pengelolaannya agar taman nasional tidak hanya menjadi pusat konservasi, tetapi juga mampu mendukung pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.

"Komersialisasi tentu, tapi yang harus dicatat komersialisasinya tidak menjadi tourism yang bersifat masif. Tapi yang harus menjadi tujuan utamanya adalah menjaga lingkungan hidup menjaga hutan, dengan tetap ada aspek komersialnya," tutup dia.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap konservasi satwa dan pengelolaan taman nasional di Indonesia dapat semakin kuat, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.




(wsw/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads