Industri pariwisata global kembali bergeliat. Secara bertahan, turis China mulai melakukan perjalanan ke luar negeri.
Sebelum pandemi, Tiongkok adalah pasar pariwisata luar negeri terbesar di dunia. Wisatawan Tiongkok juga termasuk yang hobi belanja, memberikan kontribusi terhadap ritel, perhotelan, dan atraksi budaya di destinasi di seluruh Eropa, Asia, dan sekitarnya, seperti dikutip dari eturbonews.com, Senin (16/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data terbaru menunjukkan bahwa perjalanan luar negeri Tiongkok telah pulih dengan kuat pada tahun 2024 dan 2025, mendekati tingkat sebelum pandemi. Penerbangan internasional meningkat, prosedur visa membaik di banyak negara, dan permintaan yang tertahan untuk perjalanan ke luar negeri terus mendorong pemesanan.
Bagi banyak destinasi, kembalinya wisatawan Tiongkok merupakan peluang penting untuk mendorong pemulihan pariwisata, mendiversifikasi pasar wisatawan, dan memperkuat permintaan perjalanan internasional.
Salah satu perubahan terbesar adalah penurunan perjalanan kelompok tradisional. Meskipun tur terorganisir masih ada, semakin banyak wisatawan Tiongkok yang kini lebih memilih perjalanan independen atau semi-independen.
Kelompok turis juga semakin muda, terutama milenial dan Gen Z. Mereka lebih senang merencanakan perjalanan sendiri dan mencari pengalaman unik.
Jumlah wisatawan internasional yang kembali berkunjung juga meningkat. Banyak wisatawan Tiongkok telah mengunjungi destinasi utama seperti Paris, Roma, dan London, bahkan kini tertarik untuk menjelajahi wilayah yang kurang dikenal dan kota-kota sekunder.
Wisatawan Tiongkok merencanakan perjalanan secara daring dan sering mengandalkan platform domestik daripada platform Barat. Mereka bergantung pada platform media sosial domestik seperti WeChat, Douyin, dan Xiaohongshu untuk menemukan destinasi, membaca ulasan, dan berbagi pengalaman perjalanan.
Pencarian pengalaman otentik mulai menjadi tren. Destinasi yang dituju biasanya memiliki kuliner lokal, warisan budaya, aktivitas alam, dan tradisi regional yang unik. Selain itu, bahasa juga menjadi salah satu daftar yang diperhitungkan.
Informasi online yang jelas, panduan perjalanan berbahasa Mandarin, dan sistem transportasi yang ramah pengguna dapat secara signifikan meningkatkan pengalaman perjalanan bagi pengunjung yang baru pertama kali datang.
Sebelum pandemi pada tahun 2019, wisatawan Tiongkok melakukan hampir 155 juta perjalanan ke luar negeri di seluruh dunia. Meski pulih, namun kini pasa Tiongkok tampil sedikit berbeda dan ingin lebih otentik.
(bnl/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Kedubes Korea Selatan Minta Warganya Hati-hati Liburan di Bali