Pesawat Berputar-putar Berjamaah di Langit UEA
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pesawat Berputar-putar Berjamaah di Langit UEA

Dadan Kuswaraharja - detikTravel
Selasa, 17 Mar 2026 11:03 WIB
Ilustrasi Bandara Internasional Dubai
Foto: Getty Images/Luthfi Syahwal
Jakarta -

Otoritas Penerbangan Sipil Umum Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan penutupan sementara dan penuh wilayah udara negara tersebut imbas serangan Israel terhadap fasilitas Amerika Serikat di UEA.

Sejumlah pesawat yang menuju Dubai terpantau berputar-putar di udara dengan pola zigzag sebelum akhirnya mendarat.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah pesawat Emirates dengan armada Boeing 777 rute Lisbon - Dubai. Pesawat tersebut terlihat di situs pemantauan penerbangan FlighRadar24 sempat melakukan manuver berulang di udara dengan perkiraan kedatangan pukul 8 pagi waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langit UEAPesawat di langit UEA Foto: FlightRadar24

Tak hanya dari Lisbon, pola serupa juga terjadi pada penerbangan dari Dublin menuju Dubai. Pesawat harus berputar cukup lama sebelum mendapat izin untuk melanjutkan proses pendaratan.

Fenomena ini juga dialami penerbangan dari kawasan Timur Tengah seperti Riyadh dan Jeddah ke Dubai. Beberapa pesawat terlihat membuat pola zigzag di udara, yang biasanya dilakukan untuk mengatur antrean pendaratan atau menghindari kepadatan lalu lintas udara.

ADVERTISEMENT

Bahkan, maskapai Etihad Airways terlihat sempat memutar rute penerbangan dari Colombo menuju Abu Dhabi sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.

Dilansir Al-Jazeera, Selasa (17/3/2026), media pemerintah setempat mengatakan langkah penutupan wilayah udara tersebut merupakan 'tindakan pencegahan luar biasa' yang bertujuan untuk memastikan keselamatan penerbangan dan awak pesawat serta melindungi wilayah UEA.

Namun kabar terbaru mengutip CNBC, Uni Emirat Arab sudah mulai membuka kembali wilayah udaranya setelah penutupan singkat. Kementerian Pertahanan UEA mengatakan pada hari Senin bahwa pertahanan udara telah mencegat lebih dari 300 rudal balistik dan 1.600 drone sejauh ini.




(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads