Kapibara Rio de Janeiro Jadi Daya Tarik Wisata, tapi Ada yang Tega Menyiksa Brutal

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kapibara Rio de Janeiro Jadi Daya Tarik Wisata, tapi Ada yang Tega Menyiksa Brutal

Femi Diah - detikTravel
Kamis, 26 Mar 2026 12:39 WIB
Hewan kapibara sedang ramai diperbincangkan warganet di medsos. Hewan pengerat ini sampai memiliki panggilan sendiri dari warganet: Masbro. (Rumondang Naibaho/detikcom)
Ilustrasi kapibara (Rumondang Naibaho/detikcom)
Rio de Janeiro -

Polisi di Rio de Janeiro, Brasil menangkap delapan orang yang diduga terlibat dalam penyiksaan seekor kapibara. Kasus itu memicu kecaman publik setelah video dugaan kekerasan terhadap hewan tersebut beredar luas di media sosial.

Kepolisian menyebut para pelaku, termasuk dua anak di bawah umur, memukuli hewan tersebut menggunakan tongkat dan batang besi. Ulah brutal itu terekam kamera pengawas pada Sabtu (21/3/2026) dini hari di kawasan Ilha do Governador.

Komisaris polisi yang menangani kasus ini, Felipe Santoro, mengecam keras aksi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah kejahatan brutal yang mengejutkan masyarakat," kata Santoro seperti dikutip dari AFP, Kamis (26/3).

"Ini merupakan tindakan kekejaman ekstrem terhadap makhluk yang sama sekali tidak menimbulkan ancaman..., tetapi tetap diserang dengan sengaja," dia menambahkan.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan Reuters, kapibara kini hidup dan berkembang di area hijau kota Rio de Janeiro, termasuk di sekitar laguna Rodrigo de Freitas. Hewan jinak ini sering berkeliaran di ruang terbuka kota, menjadi pemandangan menarik bagi wisatawan dan warga lokal.

Bagi pengunjung, melihat kapibara di habitat urban menjadi pengalaman unik yang menambah daya tarik kota sebagai destinasi wisata ramah alam.

Kapibara jantan seberat sekitar 65 kilogram itu kemudian dibawa ke pusat perawatan satwa liar di Universitas Estacio untuk mendapatkan penanganan medis. Dokter hewan sekaligus kepala pusat, Jeferson Pires, mengatakan kondisi hewan mulai membaik meski masih mengalami luka serius.

"Saya belum pernah menerima kapibara dengan tingkat kekerasan separah ini," ujar dia.

Pires menyebut kapibara itu mengalami trauma di kepala, pembengkakan dengan pendarahan di sekitar mata kiri, serta luka di punggung.

Kapibara, hewan pengerat terbesar di dunia, dikenal memiliki sifat jinak dan kerap terlihat berkeliaran di wilayah perkotaan Brasil, terutama di sekitar sungai dan danau.

Dalam beberapa tahun terakhir, hewan ini juga populer di media sosial dan sering dijadikan simbol ketenangan atau gaya hidup santai dalam berbagai meme. Kapibara juga cukup populer di Indonesia, bahkan mendapatkan sapaan akrab masbro.



(fem/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads