Minta Tolong Angkat Koper, Turis Ini Malah Dihujat

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Minta Tolong Angkat Koper, Turis Ini Malah Dihujat

Femi Diah - detikTravel
Minggu, 20 Sep 2026 19:13 WIB
An Asian woman travels abroad by plane to study. She stands on the plane to collect her luggage, smiling and happy with the journey, excited about her new educational adventure.
Ilustrasi penumpang pesawat (Getty Images/Nansan Houn)
Jakarta -

Curhatannya soal koper di pesawat viral, tapi bukan simpati yang didapat. Seorang turis asal Hawaii justru dihujat hingga menerima ancaman setelah mengaku ditolak saat meminta bantuan mengangkat koper ke bagasi kabin.

Dikutip dari New York Post, Minggu (20/9/2026), Victoria membagikan pengalamannya melalui video TikTok yang kemudian viral dan ditonton lebih dari 100 ribu kali.

Saat itu, dia sedang dalam perjalanan pulang dari New York ke Hawaii. Ketika hendak menyimpan koper berukuran besar ke kompartemen bagasi di atas kursi, Victoria mengaku kesulitan dan meminta bantuan kepada seorang pria yang berada di dekatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, pria tersebut menolak. "Dia langsung bilang, 'Nggak. Kamu bisa sendiri'," kata Victoria dalam videonya.

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, saat itu dia dalam situasi terjepit. Dia mengaku gugup karena antrean penumpang mulai mengular di belakang, sementara dia belum berhasil mengangkat koper seorang diri.

"Saya sampai naik ke kursi dan akhirnya berhasil memasukkannya. Setelah turun saya bilang, 'Maaf ya, terima kasih.' Tapi dia langsung lewat begitu saja," kata dia.

Video tersebut kemudian memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet menilai Victoria tidak berhak mengharapkan bantuan dari orang lain. Namun, ada pula yang menilai sikap pria tersebut kurang ramah.

Tak berhenti di situ, Victoria mengaku menerima banyak pesan bernada kasar setelah videonya viral. Sebagian pengguna media sosial menyebutnya malas, egois, dan terlalu bergantung pada bantuan orang lain. Bahkan, ada yang mengirimkan pesan berisi ancaman.

Melihat reaksi yang berkembang, Victoria kemudian mengunggah video lanjutan untuk meluruskan maksud ceritanya. Dia bilang penolakan pria tidak membuatnya marah.

"Saya tidak kesal karena dia bilang tidak. Saya paham setiap orang berhak menolak. Saya juga tidak merasa berhak atas bantuan atau tenaga orang lain," ujar dia.

Menurut Victoria, yang membuatnya kecewa adalah cara pria tersebut merespons situasi itu, bukan penolakannya.

"Bagi saya, suasananya berubah setelah itu. Bukan soal dia menolak membantu, tetapi sikapnya selama kejadian berlangsung," kata dia.

Victoria juga menepis anggapan bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan gender.

"Ini bukan soal laki-laki atau perempuan. Saya tidak berpikir laki-laki punya kewajiban membantu perempuan, dan perempuan juga tidak punya kewajiban membantu laki-laki," ujar dia.

Dia kemudian membandingkan pengalaman itu dengan budaya di Hawaii yang menurutnya sangat menjunjung semangat saling membantu.

"Kami hidup dengan semangat aloha. Kami saling menghormati dan saling membantu. Saya tidak bisa berharap menemukan semangat yang sama di setiap tempat yang saya kunjungi. Itu kesalahan saya," kata dia.

Di akhir videonya, Victoria juga meminta maaf atas nada dan pilihan kata yang digunakan dalam unggahan pertama.

Meski begitu, perdebatan di media sosial masih terus berlanjut. Sebagian orang berpendapat membantu mengangkat koper bukanlah kewajiban penumpang lain. Di sisi lain, ada yang menilai bantuan sederhana seperti itu merupakan bentuk sopan santun dan kepedulian terhadap sesama.

Bagaimana pendapat traveler?



(fem/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads