Bos mafia kelas kakap asal Skotlandia, Steven Lyons akhirnya dideportasi dari Bali. Steven termasuk dalam daftar buronan Interpol yang paling dicari.
Dia terlibat dalam sejumlah kejahatan transnasional, termasuk perdagangan narkotika, pencucian uang, hingga kasus pembunuhan di Spanyol.
Proses deportasi dilakukan oleh Kantor Imigrasi Ngurah Rai bersama Sekretariat National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia. Lyons sendiri sebelumnya ditangkap saat mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 28 Maret lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pendeportasian ini adalah langkah nyata komitmen kami dalam menjaga kedaulatan negara," ujar Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Lyons dipulangkan melalui Bandara Ngurah Rai menggunakan maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG689 rute Denpasar-Jakarta. Perjalanan bos mafia itu kemudian dilanjutkan dengan penerbangan Garuda Indonesia GA088 rute Jakarta-Amsterdam.
"Kami tidak akan membiarkan wilayah Indonesia, khususnya Bali, menjadi tempat pelarian atau basis operasi bagi pelaku kriminal internasional. Pengawasan keimigrasian yang ketat adalah garda terdepan dalam menjaga keamanan nasional dari potensi ancaman asing," imbuh Bugie.
Diketahui, Lyons menjadi target pengejaran aparat Spanyol sejak kasus pembunuhan pada 2024. Namanya kemudian masuk Red Notice Interpol Nomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret 2026.
Lyons ditangkap di pulau Dewata setelah NCB Interpol Indonesia dari NCB Abu Dhabi mendapat informasi terkait pergerakan Lyons naik pesawat menuju ke Indonesia.
Mendapat informasi itu, tim gabungan Divhubinter Polri, Polda Bali, Polres Bandara Ngurah Rai, dan Imigrasi Ngurah Rai langsung bersiaga di area kedatangan.
Lyons tiba di Bali pukul 11.58 Wita pada Sabtu (28/3) setelah terbang dari Singapura dengan nomor penerbangan SQ-938 rute Singapura-Denpasar.
Begitu mendarat di Bali, aparat langsung bergerak dan mengamankan buronan pemimpin organisasi kriminal transnasional tersebut.
-------
Artikel ini telah naik di detikBali.
(wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal
Investor Gugat Pemprov Bali soal Lift Kaca Kelingking, Koster Merespons