×
Ad

Terpopuler: Italia Kehilangan Turis Asia

Tim detikTravel - detikTravel
Kamis, 09 Apr 2026 08:33 WIB
Porto Cervo di Italia. Foto: Getty Images/Emanuele Perrone
Jakarta -

Ketegangan di kawasan Teluk mulai berdampak pada pola kunjungan wisata ke Italia. Mereka kehilangan turis jarak jauh.

Laporan dari perusahaan penyedia data yang berhubungan dengan pariwisata, Lybra Destination, menunjukkan meski jumlah wisatawan hanya turun tipis 1,6% dibanding tahun lalu, terjadi pergeseran signifikan dalam perilaku perjalanan.

Penurunan paling terasa datang dari wisatawan jarak jauh, terutama Asia, yang banyak membatalkan rencana karena ketidakpastian. Sementara itu, wisatawan dari Eropa dan Amerika Utara cenderung tetap berwisata ke Italia, meski pun dengan durasi lebih singkat atau menunda terbang.

Melansir Tourism Review, muncul tren baru dalam pola perjalanan wisatawan ke Italia. Kini, turis cenderung memilih perjalanan jarak dekat dan melakukan pemesanan pesawat, hotel, hingga paket liburan mepet dengan keberangkatan. Kondisi itu tercermin dari pertumbuhan maskapai berbiaya rendah sebesar 2,6%, sementara penerbangan melalui bandara utama global justru turun 4,9%.

Dari sisi destinasi, pergeseran juga terlihat jelas. Wilayah tengah dan selatan Italia mengalami peningkatan kunjungan, dengan Roma naik 15,6%, Palermo melonjak 20,9%, dan Napoli tumbuh 3,1%. Sebaliknya, kota-kota di utara justru mengalami penurunan, seperti Venesia yang turun 15%, Milan merosot 12%, dan Florence melemah 4,7%.

Berdasarkan asal wisatawan, kunjungan dari negara-negara terdekat relatif stabil bahkan meningkat, seperti Kanada (+5%), wisatawan domestik Italia (+3%), Jerman (+2%), dan Inggris (+1%). Di sisi lain, penurunan cukup tajam terjadi dari pasar jarak jauh, termasuk Prancis (-12%), Spanyol (-10%), Amerika Serikat (-9%), hingga Australia (-19%).

Perubahan itu menunjukkan bahwa dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah, turut mempengaruhi preferensi perjalanan wisatawan. Faktor jarak, biaya, dan rasa aman kini menjadi pertimbangan utama, sehingga wisatawan lebih selektif dalam merencanakan perjalanan mereka ke Italia.

Meski sempat terjadi penurunan minat, pemesanan perjalanan kembali meningkat mendekati waktu keberangkatan. Itu menunjukkan wisatawan kini lebih berhati-hati dan mengutamakan fleksibilitas.

Artikel mengenai Italia ini menjadi artikel terpopuler, Rabu (8/4/2026). Baca juga artikel populer lainnya di bawah ini:



Simak Video "Bermain Ayunan Seru di Alam Sungai Utik, Kalimantan Barat"

(ddn/ddn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork