Citadelle Laferriere di Haiti utara mencekam. Sebanyak 30 orang tewas dalam insiden desak-desakan di benteng bersejarah itu.
Dikutip dari Independent, peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu (11/4/2026). Citadelle Laferriere atau Benteng Lafarriere adalah benteng bersejarah yang dibangun pada awal abad ke-19 yang melambangkan kemerdekaan dan ketahanan bangsa, dibangun oleh Raja Henri Christopher itu.
Kepala Perlindungan Sipil Departemen Nord, Jean Henri Petit, mengatakan benteng, yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO di puncak Gunung Bonnet a l'Eveque, sekitar 900 meter di atas permukaan laut, di Milot itu, sedang dipadati pengunjung. Di antara pengunjung terdapat rombongan pelajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdana Menteri Haiti, Alix Didier Fils-AimΓ©, menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut. Dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyatakan solidaritas di tengah masa berkabung.
Dalam pernyataannya, dia juga menyinggung banyaknya pelajar yang hadir di sana. Namun, dia tidak merinci jumlah korban terbaru maupun identitas para korban.
Artikel itu menjadi terpopuler di detikTravel pada Minggu (12/4). Di urutan kedua soal peraturan membawa power bank. Di peringkat ketiga hingga kelima secara beruntun Bayangkan Hidup Tanpa Matahari: Kisah Desa dengan Hujan 'Abadi', kemudian Kasino di Malaysia Terpilih Jadi yang Paling Mewah Sedunia dan Mulai Juli Jepang Naikkan Pajak Wisatawan, Jadi Rp 322 Ribu per Orang.
10 besar artikel terpopuler detikTrabel kemarin:
(fem/fem)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain