Tren Perjalanan 2026: Bukan Sekadar Jalan-jalan Biasa

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tren Perjalanan 2026: Bukan Sekadar Jalan-jalan Biasa

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Sabtu, 18 Apr 2026 07:08 WIB
Ilustrasi merencanakan liburan
Ilustrasi liburan. (Shutterstock)
Jakarta -

Dalam sebuah laporan terbaru menunjukkan adanya perubahan cara wisatawan bepergian, wisatawan kini cenderung lebih spontan dan semakin tertarik mencoba kerajinan serta kuliner khas lokal di destinasi yang mereka kunjungi.

Tren berwisata memang terus berkembang, jika dulu orang fokus mengabadikan momen lewat foto, kini bergeser ke video pendek. Destinasi pun ikut berubah, dari liburan pantai ke perjalanan singkat di kota, hingga perburuan lokasi hidden gem yang belum banyak dijamah.

Berwisata menjadi bukan sekadar jalan-jalan saja, kini wisatawan ingin merasakan pengalaman yang lebih mendalam dan terhubung langsung dengan budaya setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip Euronews, Sabtu (18/4/2026) laporan Global Travel Trends Report 2026 dari American Express, mencatatkan sebanyak 64% Generasi Milenial dan Gen Z bahkan rela mengambil pekerjaan dengan fasilitas lebih sedikit demi bisa lebih sering bepergian.

ADVERTISEMENT

Survei tersebut melibatkan lebih dari 8.000 responden dari berbagai negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jepang, Meksiko, dan India. Mayoritas responden diketahui rutin bepergian setidaknya sekali dalam setahun.

Hasilnya menunjukkan prioritas utama dalam menyusun itinerary adalah menciptakan pengalaman berkesan sekaligus berinteraksi dengan budaya dan cita rasa lokal. Dari temuan tersebut, muncul sejumlah tren perjalanan baru yang mulai digemari wisatawan pada 2026:

Sight-doing, liburan sambil belajar keterampilan baru

Wisatawan mulai tertarik mencoba kegiatan langsung seperti kelas memasak, melukis, hingga workshop unik yang terkait dengan destinasi.

Jika sebelumnya kelas memasak sudah populer, kini pilihannya semakin beragam, mulai dari workshop parfum di Paris hingga kelas merajut di Estonia. Sekitar 80% responden menilai aktivitas semacam ini membantu mereka lebih memahami budaya lokal.

Peserta mempraktikkan cara membuat motif batik menggunakan canting tradisional saat mengikuti kelas kreatif bertajuk Penari Mbatik Bareng Setitik di Tekodeko Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/8/2025). Kegiatan belajar membatik gratis yang diikuti puluhan peserta lintas generasi penari tradisional di kota tersebut digelar oleh komunitas Grobak Hysteria bersama produk batik Setitik bertujuan untuk mengenalkan serta menumbuhkan rasa cinta pada salah satu kain wastra khas nusantara kepada masyarakat terutama para generasi muda. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/barIlustrasi membatik. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Bahkan, 76% menyebut keterampilan yang didapat bertahan lebih lama dibanding sekadar membeli suvenir. Beberapa aktivitas yang bisa dicoba antara lain melukis keramik di Portugal, ukir kayu di Swiss, kaligrafi di China, hingga membatik di Indonesia.

Lore chasing, perjalanan spontan untuk cerita yang tak terlupakan

Tren berikutnya adalah perjalanan tanpa rencana pasti, atau sering disebut 'lore chasing'. Wisatawan, terutama generasi muda, semakin gemar melakukan hal-hal di luar kebiasaan demi pengalaman unik yang bisa diceritakan.

Sebanyak 82% milenial dan Gen Z mengaku bersedia mencoba hal tidak biasa selama bepergian jika bisa menjadi cerita menarik. Selain itu, 86% menyebut interaksi spontan dengan orang baru atau warga lokal menjadi pengalaman yang paling membekas.

Tren ini mendorong wisatawan untuk lebih terbuka terhadap peluang tak terduga, selama tetap mengutamakan faktor keamanan.

Snackpacking, berburu camilan khas lokal

Mencicipi makanan lokal kini menjadi bagian penting dari perjalanan. Tren 'snackpacking' menggambarkan kebiasaan wisatawan berburu camilan khas yang tidak bisa ditemukan di negara asal.

Sebanyak 89% responden menilai mencoba jajanan lokal adalah hal penting saat bepergian. Lokasinya pun beragam, mulai dari supermarket (50%), tempat street food (69%), hingga toko roti atau bakery (53%).

Beberapa contoh yang populer antara lain chimney cake di Hungaria, falafel di Mesir, hotteok di Korea Selatan, hingga burek di Bosnia dan Herzegovina.

Miles on milestones, merayakan momen penting sambil liburan

Tren lain yang berkembang adalah menjadikan momen penting sebagai alasan untuk bepergian ke luar negeri. Ulang tahun, pesta lajang, hingga pernikahan kini kerap dikemas sebagai perjalanan wisata.

Sekitar dua pertiga responden mengaku berencana menghadiri perjalanan terkait momen penting seseorang pada 2026. Meski begitu, perjalanan jenis ini sering kali memiliki jadwal yang sudah ditentukan.

Karena itu, 82% wisatawan berencana menambah waktu liburan mereka, dengan 72% di antaranya memperpanjang masa tinggal hingga tiga sampai empat hari agar bisa menikmati destinasi lebih leluasa.

Tren-tren tersebut menunjukkan bahwa perjalanan kini bukan hanya soal tujuan, melainkan pengalaman. Bahkan destinasi yang awalnya tidak masuk daftar impian pun bisa memberikan kejutan tak terduga bagi para pelancong.




(upd/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads