Tak Ada Lagi Liburan Bebas Nyamuk di Islandia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tak Ada Lagi Liburan Bebas Nyamuk di Islandia

CNN Indonesia - detikTravel
Rabu, 29 Apr 2026 19:09 WIB
Alam adalah tempat yang indah dan selalu menyenangkan untuk melihat beberapa hal yang menakjubkan.
Aurora di Islandia (Istimewa/dok.Bored Panda)
Reykjavik -

Selama beratus-ratus tahun lamanya, Islandia menjadi negara yang bebas nyamuk. Namun itu dulu, kini tidak lagi. Turis yang liburan ke sana bisa digigit nyamuk.

Negara yang dijuluki Negeri Api dan Es ini dikenal sebagai satu-satunya tempat di dunia (selain Antartika) yang bebas dari serangga penghisap darah.

Namun, status itu kini resmi berakhir tahun lalu. Nyamuk belakangan ditemukan di Islandia. Para ilmuwan dari Lembaga Sejarah Alam Islandia mengonfirmasi temuan spesies nyamuk yang mampu beradaptasi dengan suhu dingin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Culiseta annulata, begitu nama spesies nyamuk yang kini mulai menetap di negara bersuhu dingin tersebut.

ADVERTISEMENT

Temuan ini bermula pada akhir Oktober 2025, ketika seorang pecinta serangga bernama BjΓΆrn Hjaltason menemukan seekor "lalat aneh" pada jebakan lalat di sebuah peternakan di utara ReykjavΓ­k.

"Pada senja hari tanggal 16 Oktober (2025), saya melihat lalat yang tidak biasa. Saya segera curiga dan langsung menangkapnya. Itu adalah seekor nyamuk betina," ujar Hjaltason kepada RÚV, seperti dilansir Travel and Leisure.

Secara total, ditemukan tiga ekor nyamuk (dua betina dan satu jantan) yang kemudian dikonfirmasi oleh para ahli sebagai spesies Culiseta annulata.

Nyamuk ini bukan berasal dari daerah tropis, melainkan spesies yang umum ditemukan di Eropa, Inggris, dan negara-negara Nordik lainnya.

Nyamuk spesies ini berukuran besar dan mampu bertahan hidup di iklim ekstrem. Selama musim dingin yang membeku, mereka bersembunyi di tempat perlindungan buatan manusia seperti ruang bawah tanah atau gudang.

Meskipun tidak membawa penyakit tropis mematikan seperti malaria atau demam berdarah, sebuah studi tahun 2017 menyebutkan bahwa spesies ini dapat membawa agen infeksius yang terkait dengan karsinogen (penyebab kanker).

Para ahli meyakini nyamuk-nyamuk ini tiba di Islandia melalui jalur perdagangan dan pengiriman barang (kargo). Meningkatnya aktivitas transportasi global serta perubahan iklim yang menghangat membuat Islandia kini menjadi lingkungan yang lebih "ramah" bagi serangga baru.

Dahulu, suhu dingin ekstrem Islandia membuat nyamuk menjadi lesu dan tidak bisa berkembang biak. Namun, dengan kehadiran Culiseta annulata, pertahanan alami Islandia resmi jebol.

Dengan jatuhnya status Islandia, kini Antartika menjadi satu-satunya daratan di Bumi yang benar-benar bebas dari nyamuk. Bagi Anda yang berencana berlibur ke Islandia tahun ini, mungkin ada baiknya mulai mempertimbangkan membawa cairan anti-nyamuk di dalam koper.


-------

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia.



(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads