Malaysia Airlines memiliki sejarah panjang yang diwarnai dengan berbagai prestasi membanggakan, termasuk keberhasilan memecahkan rekor dunia. Salah satu tokoh sentral di balik kesuksesan tersebut adalah seorang pilot senior, Datuk Captain Izham bin Ismail.
Di usianya yang ke-65, Capt Izham bin Ismail mengemban amanah sebagai Direktur Eksekutif Malaysia Airlines Berhad, sekaligus menjabat sebagai Group Managing Director Malaysia Aviation Group Berhad (MAG). Ia merupakan sosok pemimpin yang memiliki rekam jejak panjang di industri penerbangan.
Kesempatan berharga untuk berbincang langsung dengan beliau didapatkan detikTravel saat memenuhi undangan acara Matta Fair di Mitec, Kuala Lumpur, pada Jumat (18/4/2025). Dalam pertemuan tersebut, beliau menunjukkan pribadi yang sangat ramah, dengan sorot mata yang teduh serta senyum hangat yang kerap terpancar selama sesi wawancara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sembari menjelaskan seluk-beluk operasional MAG, beliau menyelipkan kisah perjalanan kariernya yang telah membentang selama 40 tahun di industri penerbangan. Dedikasinya dimulai sejak tahun 1979, di mana ia pertama kali merintis langkah sebagai seorang pilot.
Setelah satu dekade mengudara, beliau kemudian dipercaya untuk masuk ke jajaran manajemen pada tahun 1989. Kariernya terus meroket hingga ia menempati berbagai posisi strategis, mulai dari Wakil Presiden Eksekutif Operasi Penerbangan, Direktur Operasi, hingga Chief Operations Officer (COO) Malaysia Airlines. Tak hanya itu, Datuk Captain Izham juga pernah memimpin MASwings-perusahaan saudara Malaysia Airlines yang melayani wilayah Sabah dan Sarawak-sebagai CEO pada periode Juli hingga November 2016.
Di sela-sela perjalanan kariernya yang gemilang, tepat pada 2 April 1997, Capt Izham menorehkan tinta emas dengan memecahkan rekor dunia. Ia menerbangkan armada Boeing 777-200 perdana milik Malaysia Airlines dalam rute ke arah timur dari Seattle menuju Kuala Lumpur pulang-pergi.
Malaysia Airlines Foto: (Malaysia Airlines) |
Berdasarkan catatan resmi Boeing, penerbangan legendaris tersebut berhasil memecahkan dua rekor dunia sekaligus, yaitu penerbangan jarak terjauh dan keliling dunia tercepat yang pernah dilakukan oleh pesawat komersial. Rekor ini dicapai dengan total waktu tempuh 41 jam 59 menit, melintasi jarak sejauh 23.310 mil.
Dalam misi bersejarah itu, pesawat membawa total 23 penumpang yang terdiri dari tujuh orang pilot, seorang pengamat dari National Aeronautic Association, serta jajaran eksekutif dan personel operasional Boeing.
Menariknya, rekor ini dicapai menggunakan pesawat dengan kondisi interior yang lengkap. Pesawat tersebut tetap membawa seluruh fasilitas standar komersialnya, mulai dari 278 kursi penumpang hingga area dapur (galley) dan toilet yang berfungsi penuh secara normal.
Penerbangan bersejarah tersebut bermula dari Boeing Field di Seattle menuju Kuala Lumpur, Malaysia, dengan waktu tempuh 21 jam 23 menit. Pesawat mendarat di Kuala Lumpur pada 2 April pukul 10.11 pagi waktu setempat (atau 1 April pukul 18.11 PST) untuk turut memeriahkan perayaan hari jadi Malaysia Airlines yang ke-50.
Setelah melakukan pengisian bahan bakar di Kuala Lumpur, armada Boeing 777-200 tersebut kembali lepas landas pada pukul 12.15 siang waktu setempat di hari yang sama (20.15 PST, 1 April). Pesawat terbang nonstop kembali menuju Seattle dan berhasil mendarat pada pukul 14.46 PST.
Berbekal pengalaman luar biasa tersebut, Capt Izham memancarkan karisma tersendiri saat memaparkan seluk-beluk dunia penerbangan. Beliau sangat fasih, lugas, bahkan cenderung blak-blakan namun tetap diselingi dengan gaya bercanda yang hangat.
Tak hanya memiliki jam terbang yang tinggi di angkasa, Datuk Captain Izham juga tercatat pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pariwisata Malaysia periode 2019-2022. Kombinasi pengalaman di bidang operasional dan pariwisata inilah yang membantunya dalam melakukan berbagai langkah strategis bagi industri aviasi.
Kini, beliau memegang peranan krusial di kancah internasional sebagai anggota Dewan Gubernur Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), Komite Manajemen Aliansi oneworld, serta anggota Eksekutif Asosiasi Maskapai Penerbangan Asia Pasifik (AAPA). Di tingkat nasional, beliau juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Ekonomi untuk Dewan Konsultasi Penerbangan Nasional Malaysia sejak tahun 2019.
Ketika diminta untuk membagikan pesan bagi generasi muda, Capt Izham sempat terdiam sejenak. Ekspresi wajahnya yang bersahaja seolah merefleksikan kembali memori masa lalunya yang penuh tantangan selama meniti karier di dunia dirgantara.
"Semua itu tidaklah mudah. Dibutuhkan kerja keras yang luar biasa, ketangguhan mental, serta tekad baja yang harus dipupuk kuat di dalam diri," tuturnya dengan penuh penekanan.
Dalam pandangannya, keberanian adalah syarat mutlak bagi siapa pun yang bercita-cita menjadi pemimpin organisasi di masa depan. Selain itu, seseorang juga wajib memiliki ketangguhan atau resiliensi yang kuat dalam menghadapi segala tantangan.
"Anda harus memiliki keberanian untuk mengambil risiko. Dan yang paling krusial adalah kemauan untuk terus-menerus melakukan transformasi diri. Jangan pernah merasa puas dengan status quo," tegasnya.
Bagi beliau, seorang pemimpin sejati dituntut untuk selalu meningkatkan standar kualitas seiring berjalannya waktu. Satu-satunya jalan bagi generasi muda untuk meraih hal tersebut adalah melalui perubahan yang berkelanjutan, baik yang dimulai dari dalam diri sendiri maupun di dalam organisasi tempat mereka mengabdi.
"Namun perlu diingat, kepemimpinan bukanlah panggung untuk satu orang saja. Inti dari seorang pemimpin adalah kemampuannya dalam mengarahkan dan membimbing orang lain. Anda harus benar-benar mampu memimpin manusia," pungkasnya.
Menurut beliau, seorang pemimpin harus mampu menularkan keyakinannya kepada orang lain. Namun, landasan utamanya adalah kepercayaan pada diri sendiri; seorang pemimpin wajib memiliki keyakinan internal yang kuat sebelum ia bisa mengharapkan kepercayaan dari pengikutnya.
"Ketika Anda percaya pada diri sendiri, Anda akan memancarkan kepercayaan tersebut kepada orang lain melalui keberanian. Dari sanalah, keberanian akan memicu gairah serta passion untuk mewujudkan apa yang Anda impikan," jelasnya.
Jika memiliki kesempatan untuk memutar waktu kembali ke usia 20 tahun, Capt Izham akan berpesan kepada dirinya di masa muda untuk selalu berani dalam mengambil keputusan. Nasihat serupa juga ia sampaikan bagi generasi muda yang bercita-cita meraih kesuksesan.
"Jangan pernah menghindar dari tantangan. Hadapi setiap hambatan dengan motivasi untuk menang. Jadikan hal itu sebagai panggilan hidup Anda," pungkasnya seraya tersenyum hangat.












































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi