Kecelakaan yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menyisakan duka mendalam bagi korban dan keluarga. Di tengah tragedi itu, gelombang simpati mengalir bagi para korban sekaligus kepada KAI dalam menangani dampak kecelakaan.
Dari tragedi itu, sebanyak 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Dalam laporan PT KAI, pada Sabtu (2/5/2026), mereka menangani 106 penumpang, sebanyak 76 pelanggan kini telah kembali ke rumah, sedangkan 24 penumpang masih dirawat di rumah sakit.
Mereka adalah penumpang KRL. Sementara itu seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ucapan duka dan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak kepada korban kecelakaan yang terjadi pada Selasa (28/4) itu. Di Stasiun Bekasi Timur, masyarakat meletakkan berbagai bunga sebagai bentuk penghormatan dan simpati.
Pantauan detikcom di lokasi kemarin, bunga-bunga itu diletakkan persis di dekat kaca dengan akses tangga masuk stasiun sebelum mesin tap. Jejeran bunga ini memenuhi hampir semua sisi kaca dari sebelah utara dan selatan akses masuk stasiun.
Terdapat sejumlah pesan yang ikut terselip dalam hamparan bunga-bunga ini. Pesan yang tertulis merupakan ungkapan dukacita serta doa-doa bagi ke-16 korban insiden tabrakan Argo Bromo-KRL di Stasiun Bekasi Timur.
"Turut berdukacita yang mendalam atas berpulangnya 16 srikandi bangsa, kebanggaan keluarga, korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Semoga almarhum bersemayam dalam damai, mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan dikuatkan dengan ketabahan," tulis pesan dari salah satu karangan bunga.
Tak hanya bunga, ada juga warga yang menaruh foto kolase 16 korban, yang semuanya adalah perempuan, di sana. Sebagian lain menuturkan doa, ada pula yang sampai meneteskan air mata.
Bunga di Stasiun Bekasi Timur, mengenang 16 korban insiden kecelakaan kereta (Kurniawan/detikcom) |
Di media sosial, netizen juga menunjukkan simpati. Sejumlah warganet saling menanyakan kabar terkini korban kecelakaan itu dan berniat untuk mengirim bunga atau makanan kepada para korban yang selamat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyerahkan santunan kepada keluarga ASN dan kader masyarakat yang menjadi korban pada 29 April 2026. Di Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi dan Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja melakukan takziah langsung ke rumah duka.
Barang-barang milik korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang masih disimpan di Stasiun Bekasi Timur (Kurniawan/detikcom) |
Pemerintah pusat juga bergerak serempak untuk memastikan para korban dan keluarganya tidak berjuang sendirian. Kementerian Sosial turun tangan memberikan pendampingan serta asesmen menyeluruh untuk menyalurkan bantuan yang diperlukan. Langkah itu diperkuat oleh kehadiran Menteri PPPA yang fokus memberikan dukungan psikososial, terutama bagi perempuan dan anak-anak yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa perhatian utama saat ini adalah memastikan setiap pelanggan dapat melalui masa pemulihan dengan pendampingan yang cukup.
"Kami memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu. Karena itu, kami terus mendampingi pelanggan dan keluarga, memastikan kebutuhan selama perawatan dapat terpenuhi, serta menghadirkan layanan trauma healing agar proses pemulihan dapat berjalan lebih tenang," ujar Anne dalam rilis kepada detikTravel.
KAI terus membuka Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur hingga 11 Mei 2026. Anne mengatakan posko itu melayani kesehatan lanjutan, koordinasi administrasi, hingga trauma healing.
Di sisi lain, layanan pengembalian barang pelanggan masih berlangsung. Hingga kemarin, tercatat sebanyak 115 barang telah ditemukan, dengan 57 barang telah diserahkan kepada pemilik, sementara 58 lainnya masih dalam proses verifikasi. KAI mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan barang untuk dapat mengambilnya melalui Posko Bekasi Timur.
Kini, layanan di Stasiun Bekasi Timur sudah dimulai lagi. Sejak operasional kembali berjalan pada 28 April, tercatat volume pengguna KRL mencapai 15.774 pengguna untuk Gate In dan 20.575 pengguna untuk Gate Out.
Dalam proses pendampingan, KAI juga memberikan perhatian pada keberlanjutan kehidupan keluarga yang ditinggalkan. Dukungan berupa jaminan pendidikan diberikan kepada anak dari pelanggan yang meninggal dunia, agar harapan tetap terjaga dan masa depan dapat terus dilanjutkan.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa seluruh upaya yang dilakukan saat ini berfokus pada pemulihan dan keselamatan ke depan.
"Kami tak hentinya menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga atas kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Kami akan terus mendampingi setiap keluarga dan pelanggan dalam proses pemulihan ini. Doa dan kepedulian yang hadir menjadi penguat bagi kami untuk terus menjaga keselamatan ke depan," kata Bobby.
KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Peristiwa itu menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya terluka.
Saat kecelakaan, taksi Green SM sempat terhenti di tengah rel kereta api yang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur karena masalah korsleting. Taksi itu kemudian tertemper KRL yang melaju dari Cikarang ke arah Jakarta. KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi itu kemudian terhenti di tengah rel.
Di sisi lain, ada KRL arah Cikarang yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur imbas insiden antara KRL arah Jakarta dan taksi Green SM. KRL yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur inilah yang kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta.
Simak Video "Video dari Udara: Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)














































Komentar Terbanyak
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong
4 Negara ASEAN Bersatu Bangun Rute Kereta Cepat, Tanpa RI
Pesawat Garuda Berputar-putar 4,5 Jam di Langit India, Terhalang Uji Coba Rudal