Pilu, 2 Gajah Sumatra Ditemukan Mati Misterius

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pilu, 2 Gajah Sumatra Ditemukan Mati Misterius

Femi Diah - detikTravel
Minggu, 03 Mei 2026 12:27 WIB
Harimau suamatra ditemukan mati di Mukomuko, Bengkulu.
Gajah sumatra ditemukan mati di Mukomuko, Bengkulu. (dok. Kemenhut)
Mukomuko -

Dua ekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di wilayah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Penyebab kematian gajah-gajah itu masih misterius.

Kematian gajah itu diketahui setelah ada laporan dari masyarakat kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu pada 29 April 2026. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim segera berkoordinasi dengan aparat setempat, termasuk Polsek Sungai Rumbai, untuk melakukan langkah antisipatif dan persiapan pengecekan lapangan.

Pada 30 April, tim BKSDA Bengkulu bersama dokter hewan diberangkatkan menuju lokasi guna melakukan verifikasi dan penanganan awal, termasuk persiapan tindakan nekropsi. Konfirmasi visual kemudian diperoleh, yang menunjukkan adanya dua ekor gajah yang mati, terdiri dari satu individu dewasa dan satu individu anakan, yang diduga merupakan induk dan anak, dengan posisi berdekatan. Dari hasil pengamatan awal, kondisi gading kedua satwa tersebut masih utuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga saat ini, penyebab kematian kedua gajah tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan nekropsi serta analisis laboratorium lebih lanjut.

Pada 1 Mei, tim gabungan yang terdiri dari unsur BKSDA Bengkulu, Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), serta kepolisian telah berada di lokasi dan sedang melaksanakan prosedur nekropsi sesuai standar penanganan satwa liar dilindungi.

ADVERTISEMENT

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menyampaikan bahwa Kementerian Kehutanan menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini.

"Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas temuan ini. Saat ini, tim gabungan telah bekerja di lapangan untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah melalui proses nekropsi dan analisis laboratorium. Kami menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara transparan dan profesional. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum, akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Ristianto dikutip dari situs kementerian kehutanan, Minggu (3/5).

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi atas penyebab kematian gajah. Dia juga diharapkan bisa memberikan ruang bagi tim dalam menjalankan proses investigasi secara optimal.

Kementerian Kehutanan menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kejadian ini secara transparan dan berbasis ilmiah, serta terus memperkuat upaya perlindungan satwa liar dilindungi melalui kolaborasi lintas pihak




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads