70 Rumah Terbakar di Kampung Adat Ciptamulya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

70 Rumah Terbakar di Kampung Adat Ciptamulya

Tim detikJabar - detikTravel
Minggu, 26 Jul 2026 12:54 WIB
Kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi.
Kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi. Foto: Istimewa
Sukabumi -

Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026) siang. Informasi terbaru menyebut ada 70 rumah terbakar dan 420 orang mengungsi.

Mengutip detikJabar, kobaran api membubung tinggi dan dengan cepat merembet ke rumah-rumah warga di lingkungan kampung adat tersebut. Berdasarkan video amatir yang beredar, lautan api berwarna merah-oranye menyala amat besar melahap deretan rumah panggung tradisional yang mayoritas berdinding kayu dan beratap ijuk.

Kepulan asap hitam pekat tampak membubung tinggi menutupi area perbukitan di kawasan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi di lokasi diwarnai kepanikan luar biasa. Dalam rekaman video yang diperoleh detikJabar, terdengar teriakan warga yang bersahutan serta suara peringatan akan bahaya instalasi listrik yang melintas di dekat kobaran api.

"Listrik, listrik, awas listrik!" teriak salah seorang warga dalam rekaman video tersebut.

ADVERTISEMENT

Beberapa pemuda dan warga terlihat berlarian di sepanjang jalan semen perbukitan untuk menyelamatkan diri dan mengamankan barang berharga. Tampak pula seorang pria bertopi berdiri di area gazebo kayu sembari memantau kobaran api yang kian membesar dan melalap atap-atap rumah hingga roboh.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq membenarkan musibah kebakaran di wilayahnya. Pihak pemadam kebakaran bersama tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Kampung adat Sunda tradisional ini berada di kawasan dataran tinggi sekitar Gunung Halimun. Masyarakatnya dikenal sangat teguh memegang adat istiadat, hukum adat, tradisi bertani, serta upacara pesta panen tahunan bernama Seren Taun.



(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads