Great Barrier Reef terus menunjukkan tanda-tanda risiko akan terjangkitnya pemutihan ekstrem. Hal ini berkaitan dengan fenomena El Nino yang terjadi.
Sering disebut sebagai struktur hidup terbesar di dunia, terumbu karang ini membentang sepanjang 2.300 km di sepanjang pantai negara bagian Queensland dan merupakan daya tarik wisata utama bagi Australia.
Bulan ini, terumbu karang tersebut terhindar dari daftar spesies yang terancam punah milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun organisasi itu melaporkan kekhawatiran yang sangat besar tentang pemutihan karang massal dan dampak perubahan iklim.
Morgan Pratchett, seorang ahli ekologi konservasi laut di Universitas James Cook Queensland, mengatakan kepada Simposium Terumbu Karang Internasional di Auckland, Selandia Baru, bahwa El Nino ekstrem menimbulkan kekhawatiran yang signifikan.
"Bukan tidak mungkin bahwa gangguan besar berikutnya akan menyebabkan kepunahan spesies lokal dan keruntuhan ekosistem yang meluas," kata Pratchett seperti dikutip dalam Channel News Asia, Sabtu (1/8/2026)
Baca juga: Suramnya Masa Depan Great Barrier Reef |
El Nino tahun ini diperkirakan akan memecahkan rekor kekuatan keseluruhannya karena menghangatkan suhu permukaan di Samudra Pasifik khatulistiwa bagian tengah dan timur, yang juga membawa perubahan di seluruh dunia dalam pola angin, tekanan, dan curah hujan.
"Kemungkinan besar kita akan melihat pemutihan massal yang sangat parah dan berskala besar di Great Barrier Reef," kata Pratchett.
UNESCO telah memantau terumbu karang tersebut setiap tahun sejak 2021. Lambat laun, terumbu karang tersebut berisiko dimasukkan ke dalam daftar Warisan Dunia dengan level "dalam bahaya".
Tutupan karang keras di seluruh terumbu karang menurun secara substansial pada tahun 2024-2025, dengan suhu air di atas rata-rata menyebabkan peristiwa pemutihan karang massal keenam di terumbu karang tersebut sejak 2016.
Cuaca ekstrem, limpasan dari daratan, pembangunan pesisir, dan predasi oleh bintang laut berduri juga memberikan tekanan pada terumbu karang.
Profesor studi kelautan Ove Hoegh-Guldberg dari Universitas Queensland mengatakan kurangnya tindakan pemerintah telah mengancam masa depan terumbu karang di seluruh dunia.
"Ini sangat serius," pungkasnya.
Simak Video "Video: BMKG Prediksi El Nino Berpuncak di Desember atau Januari 2027"
(bnl/wsw)