Destinasi ekowisata EIGER Nature akan dibuka mulai September 2026 nanti. Destinasi ini akan membuka peluang sekitar 1.200 lapangan kerja di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Mengutip Antara, Sabtu (22/8/2026) Head of General Manager EIGER Nature Faris Priyanto mengatakan saat ini sedikitnya 530 orang telah bekerja dalam pengembangan kawasan tersebut.
"September 2026 (operasional), sekarang sudah mulai rekrutmen, itu akan nambah lagi kurang lebih 585 orang. Jadi total akan ada kurang lebih 1.100 orang di bulan September 2026," kata Faris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan kebutuhan tenaga kerja akan terus bertambah secara bertahap setelah EIGER Nature mulai beroperasi, termasuk ketika fasilitas akomodasi berupa camping ground, glamping, dan cabin dibuka.
Pada Desember 2026, menurut dia, diproyeksikan terdapat penambahan sekitar 200-300 tenaga kerja. Kemudian pada kuartal kedua 2027, pengoperasian wahana atraksi diperkirakan membutuhkan sekitar 80-120 pekerja.
Dengan berbagai tahapan pengembangan tersebut, Faris memproyeksikan penyerapan tenaga kerja di EIGER Nature dapat mencapai sekitar 1.200 orang.
Bahkan, dalam pengembangan jangka panjang ketika fasilitas seperti Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), akomodasi, serta berbagai wahana telah beroperasi lengkap, kebutuhan tenaga kerja berpotensi kembali meningkat.
Perubahan nama
Sementara itu Direktur EIGER Nature, Imanuel Wirajaya mengatakan perubahan dari EIGER Adventure Land menjadi EIGER Nature bukan sekadar perubahan nama, tetapi merupakan bagian dari perjalanan untuk memperjelas kembali tujuan dan arah destinasi. Berangkat dari hampir empat dekade perjalanan EIGER yang tumbuh dari kecintaan terhadap alam dan petualangan, EIGER Nature hadir untuk menginspirasi generasi melalui petualangan bermakna di alam.
"EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat," ujar Imanuel Wirajaya dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).
Dia menjelaskan EIGER Nature dikembangkan dengan pendekatan 3E Ekowisata yakni ekologi, etnologi, dan ekonomi. Pendekatan itu menempatkan keseimbangan antara kelestarian alam, budaya dan masyarakat, serta manfaat ekonomi sebagai fondasi destinasi.
"Pendekatan tersebut kemudian dikembangkan menjadi kerangka 7E yakni ekologi, etnologi, ekonomi, edukasi, estetika, etika, dan entertainment yang menjadi landasan dalam merancang kawasan, program, serta pengalaman pengunjung secara lebih menyeluruh," tuturnya.
Dia mengatakan melalui pendekatan ini, EIGER Nature ingin memastikan aktivitas pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan konservasi alam, pelestarian budaya, edukasi, pemberdayaan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman yang menarik dan bermakna.
"Bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan," ujar Imanuel.
Dia menjelaskan keberlanjutan menjadi bagian dari perjalanan EIGER Nature sejak tahap pengembangan. Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan nilai ekologis kawasan.
EIGER pun turut melakukan penghijauan melalui penanaman lebih dari 120.000 pohon serta 8 juta semak serta tanaman penutup tanah. Kemudian pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi, dan pengembangan sistem pengelolaan sampah.
(ddn/ddn)
